Soun dan Bihun, Mana yang Lebih Sehat?

  • 27 Apr 2026 13:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Bihun dan soun memiliki tampilan yang mirip, yakni tipis, putih, dan panjang. Hal ini membuat banyak orang kesulitan untuk membedakan keduanya, sekaligus menentukan yang lebih baik untuk kesehatan.

Dilansir dari Alodokter, perbedaan paling mendasar antara bihun dan soun terletak pada bahan dasarnya. Bihun terbuat dari tepung beras yang terkadang ditambah tapioka atau maizena untuk menghasilkan tekstur yang lebih kenyal. Hal ini membuat bihun memiliki rasa sedikit gurih dengan aroma khas beras.

Sementara itu, soun dibuat dari pati kacang hijau, meski ada juga yang menggunakan tepung kentang atau ubi jalar. Sehingga, rasa soun lebih netral dan mudah menyerap bumbu maupun kuah.

Perbedaan juga terlihat dari tampilan dan tekstur. Bihun umumnya berwarna putih keruh dan agak rapuh saat kering. Sedangkan soun tampak lebih bening dan transparan, terutama setelah dimasak.

Dari segi tekstur, bihun menjadi lembut dan mudah putus setelah dimasak, sehingga cocok untuk hidangan kering atau tumisan. Sebaliknya, soun memiliki tekstur yang lebih kenyal, licin, dan tidak mudah hancur. Sehingga soun sering digunakan dalam masakan berkuah, seperti sup dan soto.

Jika dilihat dari kandungan gizi, keduanya memiliki perbedaan yang cukup menarik. Dalam 100 gram sajian matang, bihun mengandung sekitar 110–120 kalori, sedangkan soun sekitar 80–90 kalori.

Dalam porsi 56 gram, soun mengandung sekitar 200 kalori, 6 gram protein, 44 gram karbohidrat, dan 2 gram serat. Sementara bihun mengandung sekitar 190 kalori, 4 gram protein, 43 gram karbohidrat, dan 1 gram serat.

Selain itu, soun juga cenderung memiliki kadar natrium yang lebih rendah dibandingkan bihun. Meski demikian, perbedaan kandungan gizi tersebut tidak terlalu signifikan.

Dalam hal penggunaan di dapur, bihun lebih sering digunakan untuk menu seperti bihun goreng, bihun kuah, atau bihun bakso, karena kemampuannya menyerap bumbu dengan baik. Sementara itu, soun lebih banyak ditemukan dalam hidangan sup, soto, capcay, lumpia, hingga salad seperti gado-gado dan japchae.

Cara memasaknya pun berbeda, di mana bihun cukup direndam air hangat selama 3–5 menit. Sedangkan soun membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar 7 menit dan cenderung lebih lengket, sehingga perlu trik khusus, seperti merendam dengan air dingin atau menambahkan sedikit minyak.

Lalu, mana yang lebih sehat? Secara umum, soun sedikit lebih unggul karena memiliki kalori lebih rendah serta kandungan protein dan serat yang lebih tinggi. Namun, selisihnya tidak terlalu besar, sehingga keduanya tetap tergolong sebagai sumber karbohidrat yang rendah lemak dan aman dikonsumsi. Pada akhirnya, pilihan antara bihun dan soun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis masakan, selama tetap memperhatikan porsi dan cara pengolahan agar manfaatnya tetap optimal bagi kesehatan.

(Kerin Driyana - Mahasiswa Universitas Nasional)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....