Merokok saat Stres? Hati-Hati, Ini Hanya Efek Tenang Semu
- 26 Apr 2026 13:42 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Rokok dan vape bukan pereda stres, melainkan memicu siklus ketergantungan yang membuat tubuh semakin cemas dan gelisah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Banyak orang menjadikan rokok atau vape sebagai “teman” saat stres. Entah saat pekerjaan menumpuk, pikiran terasa penuh, atau sekadar ingin menenangkan diri sejenak. Namun, benarkah rokok bisa menjadi solusi?
Dokter spesialis paru Prof. Erlina Burhan, mengingatkan bahwa anggapan tersebut adalah keliru. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menegaskan bahwa rokok maupun vape bukanlah pereda stres, melainkan justru dapat memperburuk kondisi tubuh secara perlahan.
Dalam penjelasannya, sensasi tenang yang dirasakan saat merokok sebenarnya hanyalah efek sementara. Nikotin bekerja cepat mencapai otak dan memicu rasa nyaman sesaat, seolah-olah membantu meredakan tekanan.
Namun, rasa tersebut tidak bertahan lama. Ketika kadar nikotin dalam tubuh menurun, justru muncul gejala putus zat yang membuat seseorang lebih mudah cemas, gelisah, bahkan tersinggung.
Di titik inilah lingkaran itu dimulai. Untuk menghilangkan rasa tidak nyaman, seseorang kembali merokok. Lalu merasa tenang sesaat, kemudian kembali gelisah. Siklus ini terus berulang tanpa disadari.
Menurut dr. Erlina, kondisi ini membuat rokok bukan solusi, melainkan bagian dari masalah. Semakin sering digunakan sebagai “pelarian”, semakin kuat pula ketergantungan yang terbentuk.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai mengubah cara pandang. Stres tidak perlu dilawan dengan rokok, tetapi bisa dikelola dengan cara yang lebih sehat, seperti olahraga, istirahat cukup, atau mencari dukungan dari lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, berhenti merokok bukan hanya tentang kesehatan fisik, tetapi juga tentang membebaskan diri dari lingkaran yang selama ini terasa seperti solusi, padahal justru menjadi sumber masalah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....