Ikan Sapu-Sapu dari Sungai Kota: Antara Pembersihan Ekosistem dan Ancaman Pangan
- 21 Apr 2026 08:42 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID JAKARTA – Aksi pembersihan sungai yang dilakukan pemerintah melalui pengerukan populasi ikan sapu-sapu di wilayah DKI Jakarta baru-baru ini memicu perhatian publik. Di balik tujuan mulia memperbaiki ekosistem sungai, muncul kekhawatiran baru: potensi penyalahgunaan hasil tangkapan tersebut untuk dikonsumsi atau diolah menjadi bahan pangan oleh masyarakat.
Bio-Indikator Polusi, Bukan Sumber Nutrisi
Ikan sapu-sapu (Loricariidae) memang dikenal memiliki daya tahan luar biasa. Namun, kemampuan bertahan hidup di air yang hitam dan tercemar justru menjadi alarm bahaya. Tubuh ikan ini berfungsi sebagai penyerap polutan dasar air (bentik).
Para ahli memperingatkan bahwa ikan yang diambil dari sungai perkotaan mengandung akumulasi logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Logam-logam ini tidak hilang meski ikan dimasak dengan suhu tinggi, dan jika masuk ke tubuh manusia, risikonya mulai dari kerusakan ginjal hingga kanker dalam jangka panjang.
Bahaya di Balik Olahan Murah
Salah satu risiko terbesar adalah masuknya daging ikan sapu-sapu hasil pengerukan ke dalam rantai pangan ilegal. Karena tekstur dagingnya yang kenyal dan harganya yang "gratis", oknum tidak bertanggung jawab kerap mencampurnya ke dalam bahan olahan seperti bakso, siomay, atau batagor.
Masyarakat diminta waspada terhadap ciri-ciri olahan yang mencurigakan:
- Warna Daging: Cenderung lebih gelap atau merah kecokelatan dibanding ikan konsumsi pada umumnya (seperti tenggiri).
- Aroma: Memiliki bau lumpur atau tanah yang sangat menyengat (earthy taste).
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Mengonsumsi?
Jika Anda merasa telah mengonsumsi ikan dari sumber yang tidak jelas, langkah pertama adalah jangan panik. Pantau kondisi tubuh dalam 24-48 jam. Jika muncul gejala mual, diare hebat, atau pusing, segera lakukan hidrasi maksimal dengan air putih atau air kelapa hijau. Namun, jika gejala menetap, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat.
Komitmen Bersama Menjaga Keamanan Pangan
Pengerukan ikan sapu-sapu oleh pemerintah adalah langkah ekologis untuk mengurangi spesies invasif yang merusak tanggul dan mendominasi sungai. Masyarakat diimbau untuk tidak mengambil, memungut, apalagi memperjualbelikan hasil pengerukan tersebut untuk tujuan konsumsi.
Ingat: Kesehatan jangka panjang jauh lebih berharga daripada keuntungan sesaat dari bahan pangan murah yang tidak jelas asal-usulnya.
Pesan Utama: Ikan dari sungai kota adalah bio-filter alami yang bertugas menyerap limbah. Biarkan mereka di sana atau dimusnahkan secara layak oleh petugas, jangan sampai berakhir di piring makan kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....