Sinusitis Peradangan Rongga Hidung yang Perlu Diwaspadai

  • 16 Apr 2026 14:05 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta- Sinusitis merupakan peradangan dan pembengkakan pada rongga sinus yang berada dibelakang hidung. Peradangan itu mengakibatkan penumpukan cairan dalam hidung sehingga mengganggu pernapasan seseorang. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Deni Setiadi yang berpraktik di Poliklinik RRI, di Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 4-5, Jakarta Pusat.

dr. Deni Setiadi yang ditemui saat praktek Rabu, 15 April 2026, menjelaskan sinus adalah rongga berisi udara yang terletak di dalam tulang wajah dan sekitar hidung. Peradangan pada bagian ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, alergi, atau kondisi tertentu yang memicu penumpukan cairan. Gejala sinusitis umumnya ditandai dengan hidung tersumbat, nyeri pada wajah, sakit kepala, serta keluarnya lendir berlebihan , kental dan berwarna kuning atau hijau dari hidung.

Menurut dokter yang sudah mulai praktek di Poliklinik RRI sejak 8 tahun lalu mengatakan tentang ciri dari penderita Sinus. Ciri yang sering muncul adalah penurunan kemampuan penciuman, demam ringan, serta rasa lelah akibat infeksi yang berlangsung cukup lama.

"Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi kronis dan memicu komplikasi kesehatan yang lebih serius," kata Dokter yang juga Praktek di Gedung BNN di Cawang, Jakarta Timur.

Penderita dapat mengalami rasa tidak nyaman di sekitar mata dan dahi terutama saat menunduk. Seperti yang dialami salah satu pasien di Poliklinik RRI, Titin. Dia mengatakan sudah merasa tidak nyaman dengan penyakit sinusnya yang sudah diderita selama 10 tahun. Setiap berada di tempat yang dingin hidungnya selalu terasa sakit, dan sakitnya menjalar ke dahi juga pipi sehingga tidak nyaman .

"Sebenarnya dr. Deny sudah menyarankan untuk operasi tetapi saya masih ingin mencoba menggunakan obat," kata Titin sambil merasakan sakit di sekitar hidung dan wajahnya.

Pengobatan sinusitis dilakukan sesuai penyebabnya, mulai dari pemberian obat pereda gejala hingga antibiotik jika disebabkan oleh infeksi bakteri. Dokter Deni Setiadi menambahkan bahwa tindakan medis seperti operasi dapat dilakukan pada kasus tertentu yang sudah parah, karena sudah terjadi penumpukan cairan dalam hidung.

“Diirigasi atau atau dioperasi, dibuka dari dalam lubang hidung, lalu dikeluarkan seperti mengeluarkan cairan ingus,” kata dr. Deni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....