Barang Wajib Dibawa saat El Nino “Godzilla” Picu Panas Ekstrem

  • 14 Apr 2026 10:19 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • El Nino “Godzilla” dan IOD positif picu kemarau panjang dan panas ekstrem
  • Dehidrasi akibat panas berlebih dapat membebani jantung dan memicu risiko serius
  • Perlengkapan sederhana seperti air minum hingga sunscreen jadi kunci perlindungan

RRI.CO.ID, Jakarta – Cuaca panas ekstrem yang disebut akibat fenomena El Nino “Godzilla” mulai terasa di berbagai wilayah Indonesia, memaksa masyarakat beradaptasi dengan risiko kesehatan yang kian meningkat. Di tengah suhu yang terus menanjak, membawa perlengkapan yang tepat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Fenomena El Nino yang mulai menguat sejak April 2026 diprediksi memicu kemarau lebih panjang hingga Oktober, terutama di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara. Minimnya pembentukan awan membuat paparan panas meningkat signifikan, sebagaimana dipaparkan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.

Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Prof. Erma Yulihastin, menegaskan dampak fenomena ini yang harus dimitigasi adalah Karhutla di Kalimantan dan Sumatra. “Oleh karena itu, pemerintah perlu mewaspadai dampak kekeringan yang dapat mengancam lumbung pangan nasional di wilayah di Pantura Jawa,” ujar Erma dalam unggahan Instagram @brin_indonesia yang kami akses pada Selasa, 14 April 2026.

Dalam kondisi ini, air minum menjadi barang utama yang wajib dibawa saat beraktivitas di luar ruangan. Kekurangan cairan tidak hanya memicu kelelahan, tetapi juga berisiko serius bagi fungsi organ vital, terutama jantung.

Mengutip website kesehatan Healthline, dehidrasi akibat panas ekstrem dapat meningkatkan tekanan pada sistem kardiovaskular. “Panas ekstrem memberikan tekanan signifikan pada jantung, yang dapat memicu gangguan serius, terutama pada kelompok rentan,” ucap kardiolog Naddi B. Marah.

Selain air minum, perlindungan dari paparan sinar matahari langsung juga menjadi krusial. Topi, payung, kacamata hitam, serta sunscreen membantu mengurangi risiko paparan radiasi ultraviolet yang dapat merusak kulit dan mempercepat kelelahan tubuh.

Perlengkapan tambahan seperti tisu basah, handuk kecil, hingga kipas genggam elektrik menjadi solusi sederhana untuk menjaga kenyamanan tubuh. Keringat berlebih yang tidak ditangani dapat mempercepat kehilangan elektrolit dan memperburuk kondisi fisik.

BRIN juga mengingatkan bahwa fenomena El Nino dan IOD positif tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada sektor pangan dan lingkungan. “Di saat yang bersamaan, pemerintah juga sebaiknya menyiapkan strategi untuk menangani kelebihan curah hujan di wilayah Sulawesi-Halmahera-Maluku dan dampaknya terhadap banjir dan longsor,” kata Erma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....