Anemia Mengintai Remaja Indonesia

  • 13 Apr 2026 11:56 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Anemia masih menjadi masalah kesehatan serius yang banyak menimpa remaja di Indonesia, khususnya perempuan. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh menjadi tidak optimal. Akibatnya, remaja sering merasa lelah, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Dilansir dari laman resmi media keslan.kemenkes.go.id pada Senin, 13April 2026, menurut data World Health Organization (WHO), terdapat sekitar 191 juta remaja putri di dunia yang mengalami anemia. Indonesia sendiri menempati peringkat ke-8 dari 11 negara di Asia dengan jumlah penderita mencapai sekitar 7,5 juta orang.

Remaja putri menjadi kelompok paling rentan mengalami anemia. Selain karena kebutuhan zat besi yang lebih tinggi, mereka juga mengalami menstruasi setiap bulan yang menyebabkan kehilangan darah secara rutin. Jika tidak diimbangi dengan nutrisi yang cukup, risiko anemia akan semakin besar.

Gejala anemia pada remaja sering kali tidak disadari sejak awal. Beberapa tanda yang umum muncul antara lain tubuh mudah lelah, wajah terlihat pucat, sering pusing atau sakit kepala, serta jantung berdebar lebih cepat dari biasanya.

Selain itu, remaja yang mengalami anemia juga kerap merasa sesak napas ringan saat beraktivitas dan sulit berkonsentrasi saat belajar. Gaya hidup modern juga turut memperburuk kondisi ini.

Banyak remaja yang lebih memilih makanan cepat saji dibandingkan makanan bergizi seimbang. Kebiasaan melewatkan sarapan dan diet tidak sehat demi menjaga penampilan juga menjadi faktor pemicu meningkatnya kasus anemia.

Dampak anemia tidak bisa dianggap sepele. Selain menurunkan prestasi belajar karena sulit fokus, kondisi ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga remaja lebih mudah terserang penyakit. Dalam jangka panjang, anemia bahkan dapat memengaruhi kesehatan reproduksi.

Untuk mencegah anemia, remaja dianjurkan mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti sayuran hijau, daging merah, dan kacang-kacangan. Selain itu, konsumsi tablet tambah darah yang dianjurkan oleh pemerintah juga penting untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian.

(Trisna Mutia Tihara – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....