Ketahui Jenis-Jenis Cacar dan Cara Mengatasinya
- 03 Apr 2026 22:34 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Cacar merupakan penyakit kulit akibat virus varicella-zoster dan poxvirus. Infeksi dari kedua virus ini menimbulkan lenting atau lepuhan pada kulit.
Cacar api dan cacar air, yang disebabkan oleh virus varicella-zoster, dapat menginfeksi saluran pernapasan lalu menyebar melalui pembuluh darah. Sementara itu, poxvirus menyebabkan cacar (smallpox), cacar monyet (monkeypox), dan moluskum kontagiosum. Ketiganya tidak umum di Indonesia, dengan smallpox yang telah dinyatakan punah oleh WHO.
Dilansir dari laman resmi hellosehat.com pada Kamis, 2 April 2026, cacar air (chickenpox) umumnya ditandai dengan bintik kemerahan yang picu gatal, disertai gejala flu dan demam. Bintik merah tersebut akan berubah menjadi lenting berisi cairan di dalamnya. Penyakit ini biasanya sembuh dalam 2-3 minggu dengan pengobatan acyclovir untuk hambat infeksi sejak kemunculan bintil pertama, obat pereda nyeri seperti paracetamol, serta krim oles.
Selain itu, terdapat cacar api (herpes-zoster) yang memicu kemerahan pada kulit dengan pola penyebaran di satu area tubuh, seperti leher. Dalam studi jurnal PloS One (2015) menyebutkan bahwa 70 persen kasus ini dialami oleh orang usia lanjut diatas 50 tahun karena daya tahan tubuh yang lemah. Selain itu, ibu hamil serta penderita HIV/AIDS juga berisiko tinggi mengalami cacar ini.
Virus varicella-zoster dari cacar air umumnya tetap dormant di sistem saraf sebelum aktif kembali sebagai cacar api. Pengobatan cacar api dapat menggunakan kombinasi obat kortikosteroid dan pereda nyeri untuk meredakan gejalanya.
Cacar (smallpox) yang disebabkan oleh virus variola ditandai dengan penyebaran lenting atau bintil lepuhan yang berisi nanah. Penyakit cacar ini telah musnah sejak tahun 1980, dengan kasus yang sangat langkah.
Cacar monyet (monkeypox) disebabkan oleh virus zoonosis dari hewan. Penularannya terjadi melalui kontak langsung antarmanusia (bersin, batuk, cairan tubuh) atau dengan hewan liar yang terinfeksi.
Gejalanya mirip cacar pada umumnya, seperti demam, ruam melepuh, dan pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak. Vaksin dan antivirus dapat efektif untuk membantu pencegahan serta penyembuhan.
Ruam atau bintil yang dihasilkan oleh infeksi moluskum kontagiosum timbul pada bagian wajah, kelopak mata, ketiak, dan dada. Infeksi ini juga berpotensi menjadi penyakit menular seksual jika gejala ini muncul di sekitar genital dan dan dapat menimbulkan efek gatal yang bedampak pada kulit jika sering digaruk.
Semua jenis cacar umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam 2-4 minggu. Namun, penanganan yang tepat begitu diperluan untuk meredakan gejala dan komplikasi.
(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....