Campak Bisa Sebabkan Kematian, ini Faktanya

  • 02 Apr 2026 12:38 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Campak adalah penyakit menular akibat infeksi virus yang ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, dan ruam di seluruh tubuh. Penyakit ini sering dianggap biasa oleh sebagian masyarakat, padahal campak bisa menyebabkan kematian.

Dilansir darilaman resmi media alodokter.com pada Kamis 2 April 2026, campak disebabkan oleh infeksi Virus Morbillivirus. Virus ini menular dengan sangat cepat melalui udara yaitu dari percikan batuk dan bersin atau bisa juga air liur. Virus ini cepat menyebar terutama dilingkungan yang padat dan kurang memiliki kekebalan tubuh.

Gejala awal campak biasanya meliputi demam, batuk, pilek, mata merah, dan munculnya ruam merah pada kulit serta bitnik putih pada mulut. Gejalanya akan timbul sekitar 7–14 hari setelah terinfeksi, ruam ini pun dapat menyebar ke hampir seluruh tubuh.Banyak orang mengira penyakit ini tidak berbahaya, sehingga sering kali penagganannya terlambat.

Banyak orang mengira penyakit ini tidak berbahaya, sehingga sering kali penagganannya terlambat. Selain gejala umum, penderita campak juga dapat mengalami kelelahan, hilangnya napsu makan, dan tubuh terasa lemas. Kondisi ini membuat daya tahan tubuh semakin menurun dan rentan terhadap infeksi lain.

Jika tidak ditangani dengan tepat, campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius. Salah satu yang paling umum adalah pneumonia atau infeksi paru-paru, yang menjadi penyebab utama kematian pada penderita campak, terutama pada anak-anak.

Anak-anak balita, ibu hamil, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami komplikasi berat. Pada kelompok ini, campak bisa berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.

Di sejumlah negara berkembang, angka kematian akibat campak masih cukup tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya akses layanan kesehatan, gizi yang buruk, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya imunisasi.

Padahal, campak sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi. Program imunisasi yang rutin dilakukan terbukti mampu menekan penyebaran virus sekaligus mengurangi risiko kematian secara signifikan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan campak. Dengan pencegahan yang tepat dan penanganan yang cepat, risiko komplikasi hingga kematian akibat penyakit ini dapat diminimalkan.

(Trisna Mutia Tihara – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....