Daur Hidup Nyamuk dan Cara Membasminya

  • 31 Mar 2026 10:44 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Nyamuk adalah serangga berbahaya yang mampu menularkan berbagai jenis penyakit. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui daur hidup nyamuk, beserta cara membasminya. Percaya atau tidak bahwa hewan yang paling mematikan di dunia bukanlah hiu maupun buaya. Jika mencari di Google dengan kata kunci “deadliest animal in the world”, maka yang keluar di posisi teratas adalah mosquito alias nyamuk.

Hewan berukuran sangat kecil tersebut telah membunuh lebih banyak orang di dunia daripada makhluk hidup lainnya. Sebab, makhluk ini mampu menularkan berbagai jenis virus melalui gigitannya. Seperti malaria, demam berdarah, demam kuning, hingga virus Zika.

Nyamuk dapat hidup dan berkembang biak di dalam maupun di luar rumah. Siklus hidupnya terdiri dari empat tahap. Adapun masing-masing tahapan mudah dikenali dari penampilan khususnya. Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 8-10 hari dalam sebuah siklus hidup.

Dilansir dari halodoc.com, tahapan pertama adalah telur. Tempat utama bertelur bagi nyamuk betina adalah wadah berisi air dan genangan air. Bahkan mereka bisa bertelur pada air yang jumlahnya sangat sedikit. Mangkuk, cangkir air, kolam, ban bekas, vas dan tempat penampungan air lainnya adalah tempat pembibitan paling sempurna untuk serangga mematikan ini.

Kedua, telur akan menetas menjadi larva, hanya jika permukaan air naik hingga menutupi telur. Artinya, ketika ada hujan atau penambahan air pada sebuah wadah, maka dapat melahirkan larva.

Ketiga, kepompong akan berkembang hingga tubuhnya berbentuk nyamuk terbang dewasa. Setelah itu, mereka akan melepaskan kulit kepompong dan meninggalkan air.

Keempat, setelah bertumbuh menjadi nyamuk dewasa, masing-masing dari mereka akan mencari pangannya sendiri. Nyamuk jantan mengonsumsi nektar dari bunga. Sementara nyamuk betina mengisap darah manusia dan hewan untuk menghasilkan telur.

Untuk itu, penting untuk memahami tips dalam membasmi nyamuk, terutama di rumah. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang. Kemudiqn, hindari genangan air di sekitar rumah, gunakan obat nyamuk atau aromaterapi, menanam serai atau lavender sebagai pengusir alami, memasang kasa nyamuk di jendela, hingga menjaga kebersihan rumah.

(Zahira Maharani - Universitas Ibnu Chaldun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....