Tubuh Kaget Usai Lebaran, Ini Cara Menormalkannya
- 25 Mar 2026 12:47 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Setelah menikmati berbagai hidangan khas Lebaran, banyak orang mulai merasakan perubahan pada kondisi tubuh. Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan santan secara berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan hingga rasa tidak nyaman.
Kondisi ini sering disebut sebagai “tubuh kaget” karena perubahan pola makan yang drastis dalam waktu singkat. Dari pola makan terkontrol saat puasa, tubuh harus beradaptasi kembali dengan asupan yang lebih berat.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Tan Shot Yen, menjelaskan bahwa lonjakan konsumsi makanan berlemak dapat memengaruhi metabolisme tubuh. “Setelah Lebaran, tubuh perlu waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan pola makan yang lebih seimbang,” ujarnya.
Ia menambahkan, gangguan seperti kembung, lemas, hingga peningkatan kadar gula darah bisa terjadi jika pola makan tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, penting untuk secara bertahap kembali ke pola makan sehat.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak setelah Lebaran. Pola makan seimbang dengan memperbanyak sayur, buah, serta air putih menjadi kunci menjaga kesehatan. (Sumber: kemkes.go.id)
Ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) juga menyarankan penerapan pola makan bertahap. Menurutnya, tubuh tidak perlu langsung “dipaksa” diet ekstrem, tetapi diarahkan perlahan ke kebiasaan sehat.
| Baca juga: Sehat Dulu, Baru Nikmati Hasil Kerja |
“Mulai dari mengurangi makanan bersantan dan gorengan, lalu tingkatkan konsumsi serat dan protein seimbang,” jelasnya. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dan aman bagi tubuh.
Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau olahraga ringan juga dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi tubuh. Kebiasaan ini penting untuk menyeimbangkan kembali energi setelah periode konsumsi tinggi.
Menjaga pola makan setelah Lebaran bukan hanya soal penampilan, tetapi juga kesehatan jangka panjang. Dengan pengaturan yang tepat, tubuh dapat kembali normal dan berfungsi optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....