Biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan untuk Gagal Ginjal Melebihi Jantung

  • 14 Mar 2026 13:42 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Biaya penanganan pasien gagal ginjal di BPJS Kesehatan tahun 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan penyakit jantung, kata Analis Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan Pratama BPJS Kesehatan, drg. Tiffany Monica di Jakarta. Menurut data, biaya per pasien gagal ginjal mencapai angka yang lebih besar daripada biaya penanganan jantung.

Dikutip dari Antara, pada Sabtu, 14 Maret 2026, BPJS Kesehatan menggelontorkan biaya sekitar Rp13 triliun untuk penanganan penyakit gagal ginjal sepanjang 2025. Angka ini disampaikan Tiffany dalam diskusi kesehatan memperingati Hari Ginjal Sedunia 2026 di Jakarta.

Gagal ginjal menjadi pembiayaan tertinggi kedua BPJS Kesehatan dengan total Rp13 triliun. Posisi ini setelah penyakit jantung yang mencapai total pembiayaan Rp17 triliun.

Meski berada di posisi kedua, pasien gagal ginjal hanya sekitar 640 ribu jiwa, jauh lebih sedikit dibandingkan pasien jantung yang mencapai 3 juta jiwa. Hal ini menunjukkan biaya penanganan gagal ginjal per pasien relatif lebih tinggi dibandingkan jantung, kata Tiffany.

Pembiayaan Rp13 triliun untuk gagal ginjal diakses oleh sekitar 600 ribu pasien. Sementara itu, biaya Rp17 triliun untuk jantung diakses oleh sekitar tiga juta jiwa pasien.

“Jadi walaupun memang secara nominal damage-nya lebih besar jantung, tapi secara pembiayaan per orang ini sebenarnya di ginjal banyak sekali pembiayaannya,” kata Tiffany, sebagaimana dikutip dari Antara.

Pembiayaan penyakit ginjal cukup besar karena terapinya beragam dan berkelanjutan, seperti hemodialisis atau cuci darah yang harus dilakukan dua-tiga kali dalam seminggu. Selain itu, transplantasi ginjal juga membutuhkan obat-obatan dengan biaya besar setiap bulannya, kata Tiffany.

BPJS Kesehatan mencatat bahwa kasus gagal ginjal di Indonesia paling banyak ditemukan pada pasien laki-laki di 2025. Kelompok usia 50 hingga 60 tahun menjadi rentang usia yang paling banyak mengalami gagal ginjal.

Tiffany menyoroti temuan adanya kasus gagal ginjal pada kelompok usia produktif di Indonesia. Berdasarkan data klaim, terdapat pasien berusia belasan hingga 20-an tahun yang sudah tercatat mengalami gangguan ginjal.

“Di angka belasan tahun, 20 tahun, usia-usia muda produktif, ini di data klaim BPJS Kesehatan tercatat sudah mengalami gagal ginjal. Walaupun mungkin kita belum tahu ya stage berapa, tapi secara besar memang dari stage 3, 4, 5 ini juga masuk di sini,” ujarnya.

BPJS Kesehatan mencatat klaim layanan hemodialisis atau cuci darah terus meningkat pada 2025. Kenaikan ini sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kata Tiffany.

Di 2025 ini ada 147 ribu kunjungan klaim hemodialisa. Walaupun kita tahu ya sudah banyak modialisa yang lain seperti CAPD, transplant, tapi memang hemodialisa makin terus naik,” imbuh dia, yang dikutip dari Antara.

Masih dikutip dari Antara, BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya hemodialisis sekitar Rp7 triliun dari 2021. Pasien menjalani hemodialisis sebanyak 9 hingga 12 kali per bulan, kata Tiffany.

Terapi cuci darah CAPD di 2025 mencatat kurang lebih 3.247 jiwa pasien berdasarkan data klaim. Pembiayaan untuk terapi ini mencapai Rp210 miliar.

“Ini bertambah terus tiap tahun walaupun memang pertambahannya tidak eksponensial, cukup pelan-pelan tapi perlahan tampaknya semakin banyak yang pindah ke CAPD,” ujarnya.

Transplantasi ginjal pada 2025 tercatat ada 135 peserta, meningkat sedikit dari 130 peserta di 2024. Biaya untuk transplantasi ginjal ini cukup besar karena termasuk obat-obatan jangka panjang.

Tiffany menekankan urgensi pergeseran paradigma dari kuratif ke preventif untuk efisiensi pembiayaan BPJS. Fokusnya adalah mengelola pembiayaan agar berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas layanan pasien.

“Dengan mengoptimalkan deteksi dini serta edukasi gaya hidup sehat sebagai langkah mitigasi beban ekonomi jangka panjang,” ujarnya.

(Annisa Dwi Ramadhani – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....