Cegah Campak, Dosen FKGiz IPB Ingatkan Pentingnya Kekebalan Populasi

  • 06 Mar 2026 14:45 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Lonjakan kasus campak yang terjadi belakangan ini disebut dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz), IPB University dr Aisyah Amanda Hanif sebagai indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Peningkatan kasus campak sering kali menunjukkan bahwa imunitas populasi sedang menurun. Campak merupakan penyakit yang sangat menular. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ini kepada 12 hingga 18 orang rentan di sekitarnya,” ungkapnya.

Berdasarkan studi, sekitar 90 persen orang yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus campak berpotensi tertular apabila terpapar. Karena itu, tingkat cakupan imunisasi sangat menentukan dalam mencegah penyebaran penyakit ini.

Lebih lanjut dia menambahkan, fenomena herd immunity akan tercapai apabila lebih dari 94 persen masyarakat telah memiliki kekebalan terhadap campak, baik melalui vaksinasi maupun infeksi sebelumnya. Sementara itu, target cakupan imunisasi campak yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan adalah minimal 95 persen.

“Jika cakupan imunisasi menurun, jumlah individu yang rentan akan meningkat. Ketika virus masuk ke komunitas dengan banyak orang yang belum memiliki kekebalan, wabah dapat terjadi dengan lebih mudah,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....