Herbalife Soroti Gizi Perempuan Asia Pasifik
- 06 Mar 2026 08:27 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Dalam rangka Hari Perempuan Internasional 2026, perusahaan nutrisi global Herbalife Ltd. menyoroti persoalan gizi ganda yang dihadapi perempuan di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Isu ini menjadi perhatian, karena berdampak pada kesehatan perempuan dan generasi mendatang.
Masalah gizi yang disoroti mencakup meningkatnya angka obesitas sekaligus masih tingginya kasus anemia pada perempuan usia reproduktif. Persoalan tersebut diangkat dalam kampanye GiveToGain yang digelar pada 5 Maret 2026 di Jakarta.
Dilansir dari Antara, pada Kamis, 5 Maret 2026, Nutrition Education and Training Lead Asia Pasific Herbalife, Vipada sae-Lao, mengatakan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keluarga. Ia menilai, investasi perempuan pada kesehatan diri sendiri dapat membawa dampak luas bagi lingkungan sekitarnya.
“Sebagai anggota Herbalife Dietetic Advisory Board yang bekerja di berbagai budaya di Asia Pasifik, saya berulang kali melihat satu kenyataan. Ketika perempuan berinvestasi pada kesehatan mereka sendiri, keluarga, tempat kerja, dan generasi mendatang ikut merasakan manfaatnya,” ujar Vipada.
Menurutnya, perempuan seiring menjalankan banyak peran sekaligus dalan kehidupan sehari-hari. Mereka berperan sebagai professional, pengelola rumah tangga, sekaligus pusat dukungan emosional keluarga.
Kondisi tersebut kerap membuat pola makan menjadi terburu-buru dan waktu istirahat berkurang. Tingkat stres yang meningkat juga membuat kesehatan pribadi perempuan sering kali terabaikan.
Di sisi lain, kawasan Asia Pasifik menghadapi beban gizi yang kontras. Peningkatan obesitas pada orang dewasa terjadi bersamaan dengan masih ditemukannya stunting pada anak serta anemia pada perempuan usia subur.
Kekurangan mikronutrien seperti zat besi, folat, dan vitamin B12 juga masih umum terjadi. Hal ini tetap terjadi meski asupan kalori masyarakat relatif cukup.
Saat menstruasi, kebutuhan zat besi perempuan meningkat sehingga asupan nutrisi harus diperhatikan. Perempuan dianjurkan mengonsumsi daging tanpa lemak, lentil, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan sereal fortifikasi yang dikombinasikan dengan vitamin C agar penyerapannya lebih optimal.
Memasuki masa transisi menopause, perubahan hormonal dan metabolic dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, pola makan sehat yang kaya buah, sayuran, biji-bijian utuh, serta sumber omega-3 seperti ikan berlemak sangat dianjurkan.
Selain menjaga pola makan, perempuan juga disarankan memenuhi kebutuhan cairan sekitar dua liter per hari. Aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per pekan juga penting untuk menjaga Kesehatan metabolik dan keseimbangan hormone.
“Singkatnya, kesejahteraan jangka panjang dibentuk oleh pilihan sehari-hari yang kita ambil jauh sebelum gejala yang mengkhawatirkan muncul,” katanya.
(FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....