Mengenal NPD, Gangguan Mental yang Sering Disalahpahami
- 05 Mar 2026 14:01 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – NPD sudah banyak didengar di media sosial (medsos). Istilah ini sering muncul dalam konten tentang hubungan toxic, self love, atau pembahasan kesehatan mental. Namun, tidak sedikit yang masih salah paham tentang apa itu NPD sebenarnya.
Dilansir dari laman resmi media antaranews.com pada Kamis, 5 Maret 2026 Gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan pola perilaku merasa diri paling penting, membutuhkan pujian berlebihan, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Meski istilah “narsis” kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari, NPD berbeda dari sekadar percaya diri atau gemar tampil di media sosial.
Orang dengan NPD biasanya ingin selalu dianggap hebat dan unggul. Mereka senang mendapat pujian, tetapi sangat sulit menerima kritik. Bahkan kritik kecil bisa membuat mereka marah, tersinggung, atau langsung menyalahkan orang lain.
Biasanya seseorang yang memiliki ganguan kepribadian narsistik ini di depan orang lain, mereka mungkin terlihat sangat percaya diri. Namun sebenarnya, mereka bisa saja mudah merasa tidak aman atau takut dianggap gagal.
Beberapa ciri yang umum lainnya yang terlihat antara lain merasa lebih baik dari orang lain, ingin selalu menjadi pusat perhatian, kurang memiliki empati, serta cenderung memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi. NPD juga memiliki fantasi tentang kesuksesan tanpa batas dan kebutuhan akan pujian terus-menerus.
Namun, penting untuk dipahami bahwa diagnosis NPD tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan satu atau dua perilaku. Penilaian harus dilakukan oleh tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater melalui evaluasi mendalam.
Para ahli menyebutkan bahwa penyebab NPD belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah faktor diduga berperan, seperti pola asuh di masa kecil, pengalaman trauma, lingkungan sosial, hingga faktor biologis. Anak yang tumbuh dengan pujian berlebihan tanpa batasan yang jelas, atau sebaliknya mengalami kritik dan tuntutan ekstrem, disebut berpotensi mengembangkan pola kepribadian tertentu di kemudian hari.
Orang dengan kondisi ini sering kali kesulitan menjalin hubungan interpersonal yang sehat, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun profesional. Gangguan ini umumnya mulai tampak sejak remaja atau awal masa dewasa.
Kabar baiknya, NPD bisa ditangani melalui terapi psikologis. Dengan bantuan profesional, seseorang dapat belajar memahami emosinya, menerima kritik dengan lebih baik, dan membangun hubungan yang lebih sehat.
Penting bagi masyarakat untuk tidak mudah melabeli seseorang dengan istilah gangguan mental tanpa pemahaman yang tepat. Edukasi tentang kesehatan mental menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih suportif dan minim stigma. (Trisna Mutia Tihara – Universitas Ibnu Chaldun Jakarta).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....