Ramadan Jadi Momen Tepat untuk Berhenti Merokok
- 04 Mar 2026 21:01 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi perokok untuk mulai meninggalkan kebiasan merokok. Selama berpuasa, tubuh mengalami proses detoksifikasi yang membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
Proses detoksifikasi tersebut diikuti dengan peningkatan fungsi dan kinerja organ-organ tubuh. Kondisi ini dinilai dapat mendukung upaya seseorang untuk berhenti merokok secara bertahap.
Menjelang Ramadan, persiapan tidak hanya sebatas batin dan kebutuhan pangan. Persiapan kesehatan, termasuk komitmen berhenti merokok juga perlu menjadi perhatian utama.
Dalam ajaran agama Islam, merokok dalam bentuk apa pun tidak diperbolehkan pada siang hari selama bulan Ramadan. Larangan ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi para perokok untuk berhenti sepenuhnya.
Dikutip dari laman resmi halodoc.com pada Rabu, 4 Maret 2026, Iyaad Hasan dari Medical Subspecialties Institute di Cleveland Clinic Abu Dhabi menjelaskan bahwa Ramadhan memperkenalkan metode pengurangan. Metode ini membuat banyak perokok secra alami mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi setiap hari.
Ia menyebutkan, larangan merokok sejak matahari terbit hingga terbenam dapat mendorong perokok mempertanyakan alasan mereka merokok. Kondisi psikologis ini menjadi faktor kunci keberhasilan berhenti merokok dalam jangka panjang.
Namun demikian, tidak ada bentuk rokok yang aman bagi kesehatan. Rokok elektrik atau vape tetap tidak diizinkan selama berpuasa dan sama-sama berisiko merusak kesehatan.
Saat berpuasa, tubuh juga mengeluarkan nikotin sebagai bagian dari proses detoksifikasi. Inilah alasan kuat mengapa berhenti merokok saat Ramadhan menjadi langkah yang tepat.
Kebiasaan langsung merokok saat berbuka puasa justru dapat membahayakan tubuh. Perut yang kosong selama berjam-jam membuat zat berbahaya lebih cepat terserap ke dalam tubuh.
Selain nikotin, rokok mengandung tar dan karbon monoksida yang berdampak negatif bagi kesehatan. Gas karbon monoksida dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah sehingga sel-sel tubuh kekurangan oksigen.
Akibatnya, tubuh bisa mengalami pusing, lemas, mual, hingga muntah setelah berbuka. Fungsi jantung dan otot juga dapat menurun karena terganggunya suplasi oksigen.
Nikotin yang masuk saat perut kosong juga meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung. Zat ini dapat mengendap dalam tubuh hingga delapan jam dan memicu peningkatan tekanan darah serta penyempitan pembuluh darah.
Karena itu, perokok disarankan memanfaatkan Ramadan sebagai latihan berhenti merokok. Kebiasaan baik ini diharapkan terus berlanjut meski bulan suci telah usai.
(FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....