Ini Empat Klasifikasi Penderita Diabetes Militus
- 28 Feb 2026 22:37 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam Wirawan Hambali menjelaskan empat klasifikasi penderita diabetes melitus, penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan glukosa darah akibat ketidakmampuan pembuangan insulin, aksi insulin, atau kombinasi keduanya.
Wirawan menyampaikan bahwa secara umum klasifikasi penderita diabetes melitus meliputi penderita diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes melitus gestasional, dan diabetes tipe spesifik yang berkaitan dengan penyebab lain.
Ia menjelaskan bahwa diabetes melitus tipe 1 terjadi karena rusaknya sel beta di dalam pankreas, yang membuat tubuh penderitanya mengalami defisiensi insulin absolut.
| Baca juga: KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai MBDK |
“Diabetes tipe 1 bisa disebabkan oleh penyakit autoimun, tetapi bisa juga tidak diketahui pasti penyebabnya (ideopatik). Diabetes tipe 1 seringkali muncul pada usia muda dan kebanyakan penderitanya memiliki postur tubuh yang kurus,” ujar Wirawan, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 28 Februari 2026.
Sedangkan penderita diabetes tipe 2, menurut dr. Wirawan, umumnya berperawakan gemuk. "Jadi semakin gemuk, tubuh itu akan resisten terhadap insulin. Insulin tidak bisa bekerja secara maksimal dan kalau terjadi terus menerus, gula darah akan meningkat. Makanya kenapa orang DM tipe 2 itu memang salah satu perawakannya gendut-gendut," katanya.
Menurut dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah itu, sebanyak 95 persen penderita diabetes terkena diabetes tipe 2. Ia mengatakan bahwa diabetes melitus tipe 2 bervariasi, ada yang dominan resistensi insulin disertai dengan defisiensi relatif, ada pula yang dominan defek sekresi insulin disertai dengan resistensi insulin.
“Diabetes melitus gestasional dapat didiagnosis semasa kehamilan pada perempuan yang sebelum hamil tidak memiliki riwayat diabetes,” ujarnya.
Sementara diabetes tipe spesifik yang berkaitan dengan penyebab lain, menurut dia, bisa berupa sindroma diabetes monogenik sampai gangguan pada fungsi pankreas seperti penyakit eksokrin pankreas.
Diabetes tipe ini juga dapat terjadi karena penggunaan obat atau zat kimia seperti glukokortikoid, obat untuk terapi HIV/AIDS, atau pengobatan setelah transplantasi organ.
“Diabetes bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....