IDAI Sebut Imunisasi Rendah Picu Meningkatnya Kasus Campak

  • 28 Feb 2026 15:48 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR. Piprim Basarah Yanuarso mengatakan cakupan imunisasi rendah masih menjadi pemicu meningkatnya kasus campak termasuk di Indonesia. Dia menyatakan bahwa campak merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

“Problem di masalah campak ini sebetulnya adalah di cakupan imunisasi. Jadi penyakit ini termasuk penyakit PD3I, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” kata Piprim, dalam seminar media yang diikuti secara daring dari Jakarta, Sabtu, 28 Februari 2026.

Lebih lanjut Piprim mengatakan program imunisasi tersebut disediakan secara gratis, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan akses layanan, gangguan rantai dingin atau cold chain yang menyebabkan vaksin rusak.

Selain itu, masih adanya penolakan dari masyarakat terhadap vaksin (vaccine hesitancy) dipicu beredarnya informasi keliru. Ketika cakupan imunisasi belum mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok, kasus campak mulai bermunculan.

“Karena sangat menular, cakupannya harus tinggi untuk terbentuk herd immunity. Jadi kalau cakupannya turun katakanlah 60 persen saja, itu sudah muncul Kejadian Luar Biasa (KLB)-nya di mana-mana,” kata dia.

Campak, lanjut dokter Piprim tidak bisa dianggap sebagai penyakit ringan. Campak bisa menimbulkan komplikasi, seperti radang paru, radang otak, kebutaan, dan penularannya jauh lebih tinggi dibandingkan COVID-19.

Lebih lanjut, IDAI menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan primer ini termasuk meningkatkan cakupan imunisasi, dan membutuhkan keterlibatan semua pihak guna mencegah menularnya campak.

Selain pentingnya imunisasi, Piprim mengatakan perbaikan nutrisi yang bergizi seperti asupan tinggi protein hewani untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta pentingnya mengenali deteksi awal penyakit campak dan segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan.

“Jadi sebetulnya ini adalah sebuah wake-up call ya, alarm yang harusnya menyadarkan kita bahwa campak ini tidak bisa dianggap ringan. Jangan sampai ya beberapa kasus dibiarkan saja di rumah, tidak kenal adanya tanda bahaya seperti pneumonia, anaknya sesak dan sebagainya dibiarkan saja, kemudian meninggal karena tanpa ada pertolongan yang memadai,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....