Benarkah Berpuasa Dapat Picu Sakit Tenggorokan?
- 26 Feb 2026 19:56 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Sakit tenggorokan menjadi salah satu keluhan yang kerap muncul saat menjalani ibadah puasa. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa gatal di tenggorokan, nyeri saat menelan, hingga batuk dan sakit kepala.
Selain itu, sebagaian orang juga mengalami peningkatan tubuh dan pembengkakan kelenjar di area leher. Keluhan tersebut dapat mengganggu aktivitas harian, terutama saat berbicara dan menyantap sahur maupun berbuka.
Dikutip dari laman resmi halodoc.com pada Kamis 26 Februari 2026, sakit tenggorokan saat puasa dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah infeksi bakteri atau kuman yang menyerang saluran pernapasan.
| Baca juga: Manfaat Timun Suri untuk Berbuka Puasa |
Alergi terhadap debu maupun serbuk bunga juga dapat memicu iritasi pada tenggorokan. Selain itu, kondisi tenggorokan yang kering akibat kurang minum selama puasa menjadi peneyebab yang paling umum terjadi.
Gangguan asam lambung turut berperan dalam menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Rangsangan dari makanan yang terlalu pedas, panas, atau dingin juga dapat memperparah iritasi.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir saat mengalami kondisi tubuh ini. Tubuh bisa saja sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan selama bulan puasa.
Untuk mencegah dan meredakan sakit tenggorokan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan memperbanyak konsumsi air putih menggunakan pola 2-4-2 saat berbuka, malam hari, dan sahur.
Berkumur dengan air garam hangat juga dapat membantu mengurangi peradangan. Larutan tersebut sebaiknya digunakan saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur agar hasilnya lebih optimal.
Selain itu, pilihlah makanan yang mudah ditelan seperti sup atau bubur agar tidak memperparah iritasi. Hindari gorengan dan makanan keras yang dapat melukai tenggorokan.
| Baca juga: Hindari Konsumsi Kopi saat Sahur |
Menjaga tenggorokan agar tidak kering juga penting dilakukan selama puasa. Caranya dengan bernapas melalui hidung, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas berbicara berlebihan.
Istirahat yang cukup menjadi kunci utama agar tubuh mampu melawan infeksi. Para ahli menyarankan tidur selama tujuh hingga Sembilan jam per hari untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal selama berpuasa.
(FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Sunan Gunng Djati Bandung)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....