Pola Tidur Sehat di Bulan Puasa Ramadhan
- 25 Feb 2026 13:48 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Malam di bulan Ramadhan sering terasa lebih singkat dari biasanya. Usai berbuka dan tarawih, waktu berjalan cepat hingga alarm sahur kembali berbunyi.
Perubahan ritme ini membuat banyak orang mengeluhkan rasa kantuk di siang hari. Tubuh terasa lemas karena pola tidur yang tidak lagi seperti hari biasa.
Dikutip dari laman resmi halodoc.com pada Rabu 25 Februari 2026, pola tidur yang berantakan, terlebih dengan durasi tidur yang kurang, dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah mengantuk dan merasa lemas. Selama bulan puasa, sebaiknya selesaikan semua aktivitas sebelum jam 10 malam.
Anjuran tersebut menjadi pengingat bahwa istirahat cukup sama pentingnya dengan asupan makanan bergizi. Tanpa tidur teratur, produktivitas selama puasa bisa menurun.
Menjauhkan gawai sebelum tidur juga membantu pikiran lebih tenang. Cahaya layar yang terlalu lama terpapar kerap membuat mata sulit terpejam.
Setelah sahur, sebagian orang masih merasakan kantuk yang berat. Tidur kembali diperbolehkan, asalkan memberi jeda satu hingga dua jam agar sistem pencernaan bekerja dengan baik.
Siang hari pun bisa dimanfaatkan untuk mencuri waktu istirahat. Tidur singkat selama 20-30 menit cukup untuk mengembalikan energi yang terkuras.
Tidur siang membantu tubuh menekan hormon setres akibat kuang tidur malam. Hasilnya, suasana hati lebih stabil dan fokus tetap terjaga hingga waktu berbuka.
Selain durasi, kualitas tidur tidak boleh diabaikan. Contohnya dengan kamar yang bersih, pakaian tidur yang nyaman, dan suasanan tenang menjadi kunci istirahat yang berkualitas.
Dengan pola tidur yang lebih teratur, ibadah puasa dapat dijalani dengan tubuh yang bugar. Ramadhan pun terasa lebih khusyuk tanpa dibayangi rasa lelah berlebihan.
(FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....