Paparan Asap Rokok Berdampak pada Ibu Hamil

  • 24 Feb 2026 14:55 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Ribuan bayi di Indonesia mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap rokok. Rokok mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat menghambat pertumbuhan janin, termasuk perkembangan tulang dan jaringan tubuh lainnya.

Dilansir dari laman resmi halodoc.com pada Selasa, 24 Februari 2026, racun pada asap rokok yang dihirup ibu hamil dapat masuk melalui aliran darah ke janin dalam kandungan. Residu asap rokok dapat berisiko meningkatkan keguguran pada trisemester pertama. Selain itu, janin berisiko mengalami kerusakan genetik dan gangguan plasenta, yang menyebabkan kematian intrauterin.

Paparan asap rokok juga berpengaruh pada berat badan bayi saat lahir, sehingga meningkatkan risiko stunting. Berat badan bayi normal pada umumnya berkisar antara 2,9 hinga 3,6 kilogram. Apabila berat badan bayi kurang dari 2,5 kilogram, bayi rentan mengalami gangguan pernapasan, infeksi, serta kadar gula rendah (Hipoglikemia).

Selain itu gangguan pernapasan juga sering terjadi pada bayi prematur akibat paparan asap rokok. Bayi yang lahir sebelum waktunya sangat rentan mengalami infeksi, gangguan sistem saraf, dan mengalami pendarahan otak.

Sementara itu, SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) merupakan sindrom kematian mendadak pada bayi kurang dari satu tahun. Sindrom ini diduga disebabkan oleh kelainan pada bagian otak yang mengatur pernapasan bayi.

Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan bebas asap rokok bagi ibu hamil dan anak-anak. Langkah ini guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bagi generasi mendatang.

(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....