Kurma sebagai Camilan Diet dan Aneka Kreasinya
- 20 Feb 2026 14:13 WIB
- Jakarta
RRI.CO, ID, Jakarta – Kurma merupakan salah satu makanan yang identik dengan bulan Ramadan. Buah ini kaya akan nutrisi yang menguntungkan, terdapat kandungan karbohidrat yang terdiri dari gula alami, seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Tidak hanya itu, kurma juga mengandung zat gizi seperti serat, protein, kalium, magnesium, zat besi, dan nutrisi lainnya.
Dilansir dari laman resmi hellosehat.com pada Jumat, 20 Februari 2026, kandungan serat yang tinggi dalam kurma dapat dijadikan opsi makanan manis untuk diet. Studi yang dimuat dalam Annals Internal of Medicine menyebutkan bahwa makanan tinggi serat dapat membantu mengurangi berat badan. Efek dari serat dapat membantu perut merasa kenyang lebih lama.
Selain itu, kandungan serat pada kurma mampu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah sembelit. Konsumsi kurma saat diet juga dapat memberikan manfaat lain, seperti menyediakan energi tambahan bagi tubuh. Gula dan protein di dalamnya dapat diubah menjadi energi sehingga proses pembakaran lemak menjadi lebih optimal.
Kalium yang terkandung dalam kurma dapat menjaga keseimbangan natrium dalam tubuh sehingga dapat membantu mengendalikan tekanan darah. Selain itu, kandungan kalium dan magnesium dapat membantu menurunkan tekanan darah, serta adanya asam fenolik yang berpotensi menurunkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
Belakang ini, banyak orang yang mengkreasikan kurma agar tidak dikonsumsi dengan cara itu-itu saja. Kurma dengan keju menjadi salah satu kombinasi camilan yang tidak hanya sehat, tetapi juga mengenyangkan. Perpaduan antara rasa manis dari kurma serta rasa gurih dan asin dari keju, membuat rasa keduanya menjadi seimbang dan harmonis.
Selain dengan keju, beberapa orang juga menkreasikan kurma dengan coklat dan almond. Perpaduan antara kurma yang legit, almond yang gurih, dan cokelat yang lumer dapat menghadirkan cita rasa manis yang pas, terutama untuk camilan berbuka puasa.
Walaupun berbagai kreasi tersebut dapat menciptakan rasa yang menarik dan enak, kandungan nutrisi di dalamnya tetap perlu diperhatikan agar tidak menjadi camilan lezat yang justru tidak menyehatkan. Pemilihan jenis keju juga harus diperhatikan. Sebaiknya menggunakan keju yang rendah lemak, seperti mozzarela atau keju cottage.
Kandungan gula dan kalori yang tinggi apabila dikonsumsi dengan jumlah yang banyak dapat berdampak pada kesehatan, seperti risiko diabetes. Pastikan kombinasi kurma dan keju atau bahan lainnya tetap memberikan keseimbangan nutrisi yang diperlukan. Bila perlu, konsultasikan lebih lanjut kepada dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang sesuai, baik untuk pola makan maupun diet.
(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....