Tuberkulosis pada Ibu Hamil Berisiko

  • 20 Feb 2026 12:22 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kehamilan dengan tuberkulosis (TB) memerlukan penanganan medis yang tepat agar tidak membahayakan ibu dan janin. Hal tersebut dibahas dalam dialog Beranda Asta Cita Pro 1 RRI Jakarta, Jumat 20 Februari 2026.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Rima Irwinda, SpOG, Subsp KFM, menjelaskan bahwa TB pada ibu hamil tetap bisa ditangani dengan terapi yang sesuai standar medis. Menurutnya, pengobatan tidak boleh dihentikan karena risiko komplikasi justru lebih besar jika TB tidak diobati.

Ia menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan dan dampak buruk pada janin. Pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter menjadi langkah utama menjaga kesehatan ibu dan bayi.

“Kehamilan dengan TB harus ditangani secara komprehensif dan terkontrol,” ujarnya dalam dialog tersebut. Ia menambahkan, pengobatan TB relatif aman selama mengikuti protokol medis yang dianjurkan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dalam proses pengobatan. Kepatuhan minum obat menjadi kunci keberhasilan terapi dan mencegah resistensi.

Melalui dialog ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa TB bukan alasan untuk menghentikan kehamilan. Dengan penanganan yang tepat, ibu hamil tetap dapat menjalani proses persalinan secara aman dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....