Ahli Paru: Rokok dan Vape Bukan Pereda Stres
- 17 Feb 2026 13:49 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Isu rokok dan vape kembali ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah viralnya perdebatan tersebut, peringatan dari para ahli kembali menjadi sorotan.
Salah satu pandangan datang dari Profesor Erlina Burhan, spesialis penyakit paru, melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa rokok maupun vape bukan solusi untuk meredakan stres.
“Rokok maupun vape bukan untuk digunakan sebagai pereda stres,” tulisnya. Justru, menurutnya, merokok dapat membuat tubuh semakin stres.
Ia menjelaskan, saat merokok, nikotin dengan cepat mencapai otak dan memberikan sensasi nikmat sesaat. Namun efek tersebut tidak bertahan lama.
Ketika kadar nikotin menurun, tubuh mengalami gejala putus zat yang memicu rasa cemas dan mudah tersinggung. Kondisi ini membuat seseorang terdorong untuk merokok kembali.
“Semacam lingkaran setan,” tulisnya dalam unggahan tersebut. Jika tidak dihentikan, kebiasaan ini akan terus berulang.
Pandangan ini diangkat kembali karena isu rokok dan vape belakangan viral dan memicu perdebatan publik. Penulis menilai penting menghadirkan perspektif ilmiah dari ahli paru agar masyarakat mendapat pemahaman yang utuh.
Sebagai spesialis penyakit paru, Profesor Erlina selama ini aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya rokok dan vape. Pesannya menegaskan bahwa kesehatan paru harus menjadi prioritas, terutama di tengah meningkatnya tren penggunaan vape di kalangan muda.
Para pakar kesehatan pun mengingatkan bahwa berhenti merokok adalah langkah terbaik untuk melindungi diri. Edukasi berbasis sains menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak pada persepsi keliru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....