Tips Cegah Stres Kerja
- 09 Feb 2026 21:58 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Para pekerja rata-rata menggunakan sekitar 7-8 jam per hari untuk bekerja selama lima hari dalam seminggu. Waktu tersebut juga menjadi momen bersosialisasi dengan rekan kerja, sehingga dinamika hubungan tidak dapat dihindari.
Meski banyak orang mendambakan pekerjaan tanpa drama, faktanya tidak ada pekerjaan yang benar-benar ideal. Faktor seperti beban kerja, hubungan dengan atasan, hingga lingkungan kerja, kerap memicu tekanan emosional.
Dikutip dari laman resmi ayosehat.kemkes.go.id pada Senin, 9 Februari 2026, World Health Organization (WHO)menyebut bahwa lingkungan kerja yang buruk, termasuk diskriminasi dan ketidaksetaraan, beban kerja berlebihan, kontrol pekerjaan yang rendah, dan ketidakpastian pekerjaan, membahayakan kesehatan mental. Untuk itu, pekerja perlu mengenali tanda-tanda pemicu setres sejak dini.
WHO merekomendasikan pelatihan kesehatan mental bagi pimpinan agar mampu mengenali dan merespons bawahan yang mengalami gangguan emosional. Langkah ini juga mencakup penguatan komunikasi terbuka dan pemahaman tentang dampak stres kerja.
| Baca juga: Herbalife Soroti Gizi Perempuan Asia Pasifik |
Pelatihan literasi kesehatan mental bagi pekerja juga dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi stigma di lingkungan kerja. Selain itu, intervensi individu seperti pengelolaan stres, dukungan psikososial, dan aktivitas fisik berbasis rekreasi dapat membantu menjaga kesejahteraan mental.
Memasuki tahun 2026, pekerja diharapkan mampu memproteksi diri dari berbagai tekanan yang muncul di tempat kerja. Jika stres terasa berat, mengambil cuti, membangun batasan sosial, berani menyampaikan pendapat, atau mencari bantuan professional seperti psikolog dan psikiater dapat menjadi langkah bijak demi menjaga kesehatan mental.
(FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....