Mudah Tidur atau Susah Tidur: Apa Pembeda Polanya

  • 03 Feb 2026 19:49 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Tidur yang nyenyak sering kali menjadi kisah yang berbeda-beda bagi tiap orang. Ada yang begitu menutup mata langsung terlelap, namun tidak sedikit yang justru bergulat dengan gelisahnya malam. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi mencerminkan kondisi biologis, sosial, dan gaya hidup.

Ilustrasi seseorang yang terlelap tidur, menggambarkan pentingnya kualitas istirahat bagi pemulihan tubuh dan pikiran. (Foto: Andrea Piacquadio/pexels)

Obrolan Radio yang Relate dengan Keseharian

Obrolan tentang tidur mengemuka dalam siaran radio "Dangdut Nyok" di 92,8 FM Pro4 RRI Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026. Penyiar Bang Jojo membuka dengan candaan, “Ini kayaknya banyak yang begadang ya, dari suara aja kedengaran masih ngantuk,” ujar dia, disambut tawa Mpok Lia yang menimpali bahwa ada pendengar yang tampak kurang tidur.

Bang Haris mengakui dirinya sering sulit tidur malam hari. “Bener, kalau malam malah susah tidur, tapi kalau lagi ngobrol sama temen di luar malah ngantuk,” ucap dia, menggambarkan ironi yang akrab bagi banyak orang. Suasana akrab siaran membuat pengalaman personal soal tidur terasa dekat dengan keseharian pendengar.

Perbedaan pola tidur juga muncul dari pengakuan pendengar lain. Kang Martono mengatakan, “Kalau saya gampang tidur, Bang. Jam 10 malam biasanya udah tidur,” ujar dia, sementara Pak Hasanuddin mengaku kerap terjaga malam dan mengantuk di siang hari. 

Tidur juga Bagian dari Budaya

Tidur sering dipandang sepele, namun perilakunya mengungkap banyak hal tentang kesehatan. Di Amerika Serikat, misalnya, 28 Februari diperingati sebagai National Public Sleeping Day, ketika orang-orang diajak tidur siang di tempat umum seperti taman atau stasiun kereta, sebuah kebiasaan yang menyerukan relaksasi sosial. Data dari laman NationalDayCalendar yang kami akses pada Rabu, 4 Februari 2026 mencatat bahwa perayaan ini muncul sebagai ajakan untuk menikmati tidur tanpa rasa bersalah.

“Ini bukan tentang malas, tetapi merayakan kebutuhan tubuh akan istirahat,” ujar penyelenggara tak resmi peringatan itu dalam keterangan yang dipublikasikan situs tersebut. National Public Sleeping Day menggambarkan bagaimana tidur tidak hanya soal kesehatan biologis tapi juga budaya populer yang menikmati momen rehat bersama.

Ketika Susah Tidur Menjadi Gangguan

Namun tidak semua orang dapat menikmati tidur dengan mudah. Menurut laman Healthdirect, insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang sulit terlelap, sering terbangun, atau bangun terlalu pagi tanpa bisa kembali tidur. Laman itu menyebutkan bahwa lebih dari satu dari sepuluh orang mengalami insomnia dalam tingkat ringan setiap saat.

“Insomnia itu bukan sekadar susah tidur satu malam, tetapi ketika itu terjadi setidaknya tiga malam per minggu selama tiga bulan atau lebih,” ujar seorang ahli kesehatan dari Healthdirect dalam penjelasan risetnya. Gangguan ini tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga memengaruhi konsentrasi, ingatan, bahkan suasana hati keesokan harinya.

Perbedaan antara mudah tidur dan susah tidur sering kali berkaitan dengan pola hidup. Ada istilah-istilah tidur seperti power nap — tidur singkat 10-20 menit yang bisa menyegarkan — dan tidur panjang 90 menit yang mencakup fase REM, yang keduanya memiliki efek berbeda terhadap tubuh. NationalDayCalendar menuliskan bahwa power nap bisa menjadi energi tambahan tanpa membuat seseorang merasa lesu setelah bangun.

Ilustrasi seseorang mengalami insomnia, kondisi gangguan tidur yang membuat sulit terlelap dan memengaruhi kesehatan fisik serta mental.. (Foto: SHVETS production/pexels)


Dampak dan Penyebab Insomnia

Sementara itu insomnia lebih kompleks. Faktor penyebabnya beragam: dari stres, gangguan mental, kondisi medis, hingga kebiasaan buruk seperti terlalu banyak kafein atau paparan layar sebelum tidur. Laman Healthdirect menyebut bahwa insomnia dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala, energi rendah, dan mood yang buruk. Itu sebabnya pengaturan pola tidur dan gaya hidup sering dianjurkan sebagai langkah awal penanganannya.

Para ahli kesehatan menekankan pentingnya kebersihan tidur atau sleep hygiene, yaitu kebiasaan sehat yang membantu tubuh siap untuk tidur. Tips yang disarankan mencakup menjaga waktu tidur yang konsisten, menciptakan suasana kamar yang nyaman, menghindari minuman berkafein di malam hari, atau bahkan teknik relaksasi seperti pernapasan. “Tidur yang baik bukan hanya soal lamanya, tetapi juga kualitasnya,” ucap seorang praktisi tidur dalam wawancara dengan Healthdirect.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....