Kemkes Perluas Layanan Kesehatan Mata

  • 03 Feb 2026 14:42 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi menggelar acara “Launching of Improved Access to Eye Health in Indonesia dan Vision Screening Event” sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan mata dan menekan angka gangguan penglihatan yang terus meningkat di Indonesia. Program ini diluncurkan seiring dengan tingginya jumlah anak yang mengalami gangguan penglihatan.

Dikutip dari laman resmi kemenkes.go.id pada Selasa, 3 Febuari 2026, menurut data kemenkes jutaan anak Indonesia mengalami gangguan pada penglihatan. Hal ini sangat berpengaruh pada tumbuh kembang dan kualitas hidup anak dimasa depan.

Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa deteksi dini gangguan penglihatan harus dilakukan secara masif dan terintegrasi melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Setelah melakukan skrining kesehatan mata  yang berusia 7 tahun ditemukan tujuh belas persen diantaranya mengalami gangguan penglihatan.

“Pada tahun 2026, melalui Program Cek Kesehatan Gratis, kami menargetkan skrining terhadap sekitar 140 juta masyarakat Indonesia, mulai dari bayi hingga lansia,” ujar Nadia.

Layangan ini juga mendapatkan dukunganlangsung  dari World Health Organization (WHO) melalui inisiatif global SPECS 2030, yang bertujuan mengeliminasi gangguan penglihatan yang dapat dicegah maupun dikoreksi. Adapun perwakilan WHO Indonesia, frasisca, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Indonesia yang secara resmi bergabung dalam kerangka SPECS sejak Oktober 2025.

Perwakilan dari OneSight EssilorLuxottica Foundation, Patricia Koh,menegaskan pihaknya berkomitmen untuk bekerja bersama Kementerian Kesehatan dan para mitra lokal dalam meningkatkan deteksi dini, menyediakan solusi yang terjangkau, serta memperluas layanan kesehatan mata yang berkualitas. “Kemitraan ini mencerminkan komitmen OneSight EssilorLuxottica Foundation terhadap upaya pencegahan dan dampak jangka panjang kesehatan mata,” ungkap Patricia Koh.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) sebagai mitra pelaksana, serta koordinasi erat dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini mencerminkan komitmen inisiatif ini dalam menghadirkan aksi nyata untuk menjawab kebutuhan kesehatan mata di tingkat komunitas, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata. (Trisna Mutia Tihara - Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....