Mengenal Virus Nipah, Gejalanya dan Pencegahannya
- 29 Jan 2026 11:49 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kembalinya wabah Nipah di Bangladesh menjadi peringatan bagi negara-negara lain di kawasan Asia. Indonesia dinilai memiliki sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai. Kelelawar pemakan buah dari famili Pteropodidae diketahui sebagai inang alami virus Nipah.
Dikutip dari situs CDC (Centers for Disease Control and Prevention), Kamis 29 Januari 2026, virus Nipah adalah penyakit zoonosis serius yang disebabkan oleh virus dari genus Henipavirus, menyerang manusia dan hewan. Virus ini ditularkan terutama oleh kelelawar buah (fruit bats) dan bisa menyebar ke hewan lain seperti babi sebelum menular ke manusia.
Selain itu, Nipah juga dapat menyebar melalui kontaminasi makanan atau kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi dan juga penularan antar manusia juga dilaporkan terjadi melalui kontak dekat dengan penderita atau melalui cairan tubuh mereka. Menurut WHO (World Health Organization), virus ini memiliki masa inkubasi rata-rata 4 hingga 14 hari setelah terpapar virus, walaupun dalam beberapa kasus bisa lebih lama.
Masa inkubasi ini adalah rentang waktu antara paparan virus dan munculnya gejala awal penyakit pada tubuh. Gejala infeksi dapat bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan mengancam jiwa, seperti berikut ini:
- Demam
- Sakit kepala
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Sesak napas
- Muntah
- Kesulitan menelan
- Peradangan otak (ensefalitis)
Kondisi ensefalitis yang disebabkan oleh virus Nipah dapat mengakibatkan gejala serius seperti kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, dan perubahan mood yang signifikan. Pada kasus yang parah, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan kematian.
Gejala awal infeksi Nipah seringkali mirip penyakit flu biasa, termasuk demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, batuk, dan sakit tenggorokan. Seiring berkembangnya penyakit, beberapa orang mungkin mengalami gangguan pernapasan seperti sesak napas atau pneumonia.
Dikutip dari situs UK Health Security Agency, Kamis 29 Januari 2026, faktor lain yang menjadi perhatian adalah tingginya mobilitas manusia dan perdagangan hewan. Aktivitas perjalanan lintas negara dapat membuka peluang masuknya virus, dan jika tidak diawasi dengan baik, virus bisa menyebar tanpa terdeteksi.
Gejala awal infeksi virus Nipah sering menyerupai penyakit umum. Penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, muntah, dan gangguan pernapasan, dan kesamaan gejala ini berisiko menyebabkan keterlambatan diagnosis.
Dikutip dari situs kemkes.go.id, Kamis, 29 Januari 2026, Kementerian Kesehatan mengimbau bahwa masyarakat perlu menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko mencegah penularan virus Nipah sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan masyarakat. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penularan termasuk:
- Hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko. Kelelawar dan hewan ternak seperti babi adalah sumber penularan utama. Hindari kontak langsung dengan hewan-hewan ini.
- Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum mengkonsumsinya. Hindari makanan yang terkontaminasi oleh hewan.
- Ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah.
- Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah.
- Pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah.
(Naszwa Annida Rizky - Politeknik Negeri Jakarta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....