Waspadai Penyakit Pasca Banjir

  • 27 Jan 2026 17:13 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia meningkatkan risiko munculnya berbagai macam penyakit. Kondisi lingkungan yang tidak sehat menjadi pemicu utama penularan penyakit pasca banjir.

Dikutip dari laman resmi Halodoc, pada Selasa 27 Januari 2026, air banjir diketahui mengandung berbagai organisme berbahaya bagi kesehatan. Seperti bakteri usus, seperti E.coli dan Salmonella, paratifoid, serta virus penyebab tifus dan tetanus.

Adapun penyakit kulit menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami korban banjir. Mulai dari infeksi jamur, kurap, kudis, hingga rasa gatal, yang kerap muncul akibat kontak langsung dengan air banjir.

Selain itu, diare juga rentan menyerang masyarakat terdampak banjir. Bakteri dalam air tercemar dapat memicu sakit perut, kram, hinggga dehidrasi, jika tidak segera ditangani.

Banjir turut meningkatkan risiko demam berdarah dengue (DBD). Genangan air diketahui menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD.

Selain itu, infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA juga perlu diwaspadai saat banjir. Lingkungan lembap dan tidak higienis memudahkan virus dan bakteri menyerang saluran pernapasan.

Tak hanya itu, penyakit mlaria juga berpotensi mengalami peningkatan pasca banjir. Hal ini dikarenakan nyamuk penyebab malaria berkembang biak di genangan air yang muncul setelah banjir surut. 

Untuk mencegah berbagai macam penyakit tersebut, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Sebaiknya hindari konsumsi makanan tercemar, biasakan cuci tangan dengan air bersih dan sabun, serta memeriksakan kesehatan diri di posko banjir atau fasilitas layanan kesehatan sekitar.   (FitriYanti Puspita Dewi – mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....