Perbedaan Maag dan Asam Lambung Perlu Dipahami

  • 26 Jan 2026 11:53 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Sakit maag dan asam lambung merupakan gangguan pencernaan yang sering dialami masyarakat. Kedua kondisi ini kerap dianggap sama, padahal memiliki perbedaan mendasar dari sisi penyebab, gejala dan penanganannya.

Pemahaman yang keliru tentang maag dan asam lambung dapat menyebabkan kesalahan dalam penanganan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali karakteristik masing-masing kondisi sejak dini.

Dikutip dari laman resmi Halodoc, pada Senin 26 Januari 2026, secara umum maag digunakan untuk menggambarkan rasa nyeri atau tidak nyaman di perut bagian atas. Dalam dunia medis, maag bukan penyakit khusus, melainkan kumpulan gejala akibat gangguan pada lambung.

Sementara itu, asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini menimbulkan sensasi terbakar di dada atau yang dikenal dengan istilah heartburn.

Penyebab maag umumnya berkaitan dengan iritasi dinding lambung, pola makan tidak teratur, infeksi bakteri Helicobacter pylori, serta penggunaan obat tertentu. Faktor-faktor tersebut dapat memicu peradangan yang menimbulkan rasa nyeri di ulu hati.

Berbeda maag, asam lambung dipicu oleh melemahnya katup esofagus bawah atau tekanan berlebih di area perut. Kebiasaan makan berlebihan, langsung berbaring setelah makan, serta obesitas turut meningkatkan risiko GERD.

Dari sisi gejala, maag ditandai dengan nyeri di perut bagian atas, perut kembung, mual dan sering bersendawa. Kondisi ini biasanya muncul setelah makan atau saat lambung kosong.

Gejala asam lambung meliputi rasa panas di dada, rasa asam di mulut, nyeri dada, hingga gangguan menelan. Pada kasus tertentu, GERD juga dapat menyebabkan batuk kering dan suara serak.

Penanganan maag dan asam lambung dilakukan melalui perubahan gaya hiduo dan pemberian obat sesuai anjuran dokter. Jika tidak ditangani dengan tepat, kedua kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi serius pada saluran pencernaan.

Dengan mengenali perbedaan maag dan asam lambung, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap gejala yang muncul. Langkah pencegahan dan penanganan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan secara optimal.

(FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....