Biduran Bisa Tanda Alergi atau Autoimun Kronis
- 30 Des 2025 12:59 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Biduran merupakan reaksi kulit yang umum terjadi di masyarakat, tetapi penyebabnya bisa berbeda-beda. Beberapa orang menganggap biduran hanya akibat alergi, padahal bisa juga terkait penyakit autoimun.
Menurut dr. Alvina Widhani, SpPD, KAI, biduran yang muncul bisa disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi tidak normal. “Kalau alergi, sistem kekebalan bereaksi berlebihan terhadap alergen dari luar, misalnya makanan atau bulu hewan,” jelas dr. Alvina saat dialog di program Swara Medika Pro 1 RRI Jakarta, Selasa (30/12/25).
Sementara pada autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuh sendiri tanpa penyebab jelas. Gejalanya tidak hanya muncul di kulit, tetapi juga bisa mengenai organ lain seperti ginjal atau sel darah.
Biduran akibat alergi biasanya muncul segera setelah terpapar pemicu dan hilang dengan obat antihistamin. Sebaliknya, biduran akibat autoimun cenderung berlangsung lama, lebih dari enam minggu, dan tidak selalu membaik dengan obat anti alergi biasa.
Beberapa gejala pendukung autoimun antara lain rasa nyeri, sariawan berulang, atau mudah lelah. Karakteristik biduran autoimun juga bisa meninggalkan bekas pada kulit dan tidak selalu disertai rasa gatal.
Untuk memastikan penyebab biduran, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan medis. Tes alergi kulit atau tes darah untuk antibodi autoimun dapat membantu dokter membedakan antara alergi dan autoimun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....