Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Chicklit dan Metropop
- 21 Sep 2026 14:56 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta — Karya sastra hadir dalam berbagai bentuk dan genre untuk memotret beragam sisi kehidupan. Setiap genre memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya, baik dari segi tema, tokoh, latar, maupun gaya penceritaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), genre merupakan jenis, tipe, atau kelompok sastra atas dasar bentuknya.
Dalam karya fiksi populer, chicklit dan metropop merupakan dua genre yang memiliki sejumlah kemiripan. Keduanya kerap mengangkat kehidupan sehari-hari, percintaan, karier, serta kehidupan masyarakat modern. Meski memiliki tema yang serupa, keduanya memiliki ciri yang dapat membedakan satu sama lain. Lantas apa yang membedakan keduanya?
Chicklit merupakan genre novel yang menceritakan kehidupan perempuan muda modern dengan berbagai persoalan yang dihadapinya. Cerita dalam genre ini umumnya mengangkat permasalahan yang ditemui sehari-hari, seperti persoalan percintaan, karier, hingga upaya mencapai kemandirian. Pendekatan cerita dalam genre ini cenderung ringan dengan sentuhan humor yang membuatnya menghibur.
Sementara itu, metropop memiliki tema yang beririsan dengan chicklit. Novel dalam genre ini umumnya mengangkat kehidupan perempuan kosmopolitan yang berkutat dengan pekerjaan dan kehidupan di lingkungan perkotaan. Penggunaan bahasa populer yang dekat dengan kehidupan sehari-hari juga menjadi salah satu ciri yang dapat ditemukan dalam genre ini.
Lantas, apa perbedaan chicklit dan metropop? Berdasarkan laman Penerbit Bukunesia yang diakses pada 21 September 2026, chicklit dan metropop memang memiliki kemiripan dari segi tema dan latar. Namun, keduanya memiliki perbedaan pada bagian akhir cerita. Novel bergenre chicklit umumnya menghadirkan penyelesaian cerita yang bahagia atau happy ending. Sementara itu, metropop cenderung menghadirkan akhir cerita yang lebih realistis dan tidak selalu berakhir bahagia.
Dengan karakteristik tersebut, chicklit dan metropop memiliki daya tarik tersendiri bagi pembacanya. Perbedaan yang dimiliki keduanya memberikan pilihan bagi pembaca untuk menikmati cerita sesuai dengan selera masing-masing.
(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....