PNJ Latih Pengelola Wisata Geo Theater Rancakalong Storytelling Multibahasa
- 16 Sep 2026 18:13 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wisata Geo Theater Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
- Tim pengabdian kepada masyarakat memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dalam memanfaatkan digitalisasi untuk promosi potensi wisata daerah.
- Program pengabdian kepada masyarakat berfokus pada pengembangan kemampuan peserta dalam menghasilkan konten promosi melalui pendekatan storytelling multibahasa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi wisata, kemampuan mengelola konten digital menjadi semakin penting. Promosi destinasi tidak lagi hanya bergantung pada informasi mengenai lokasi dan fasilitas, tetapi juga pada kemampuan pengelola dalam membangun narasi yang mampu menyampaikan keunikan, nilai budaya, sejarah, serta pengalaman yang ditawarkan sebuah destinasi.
Untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dalam memanfaatkan digitalisasi untuk promosi potensi wisata daerah, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) melaksanakan kegiatan bertajuk “Pengembangan Konten Promosi melalui Storytelling Multibahasa di Geo Theater Rancakalong”.
Kegiatan yang dilaksanakan di Geo Theater Rancakalong, Kabupaten Sumedang ini melibatkan para pengelola desa wisata sebagai peserta. Program diketuai oleh Farizka Humolungo, S.Pd., M.A., dengan dukungan dana hibah dari Politeknik Negeri Jakarta berdasarkan SPK Nomor 523/DST/PL3.14/B/PM.01.03/2026.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut berfokus pada pengembangan kemampuan peserta dalam menghasilkan konten promosi yang lebih menarik melalui pendekatan storytelling multibahasa. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pengelola desa wisata memperkenalkan potensi lokal kepada audiens yang lebih luas, termasuk wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.
Ketua pelaksana, Farizka Humolungo, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk memberikan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat dalam pengembangan promosi desa wisata.
“Melalui pengembangan storytelling multibahasa, pengelola desa wisata diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan informasi mengenai destinasi, tetapi juga membangun cerita yang menarik dan relevan bagi wisatawan. Pemanfaatan media digital memberikan peluang yang sangat besar bagi potensi lokal untuk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas,” ujar Farizka dalam keterangan resminya, Rabu, 16 September 2026.
Salah seorang peserta, Teteng, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk terus dilakukan karena memberikan tambahan pengetahuan sekaligus membuka wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, kegiatan pelatihan dan pendampingan seperti ini dapat membantu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan masyarakat dalam mengembangkan potensi digitalisasi, khususnya untuk mendukung promosi desa wisata. Pengetahuan tersebut dinilai semakin diperlukan agar pengelola mampu mengikuti perkembangan media promosi dan memanfaatkan berbagai platform digital secara lebih optimal.
Pemanfaatan storytelling lebih dari satu bahasa juga menjadi strategi penting untuk memperluas jangkauan komunikasi. Dengan penyajian informasi yang komunikatif dan mudah dipahami oleh audiens yang lebih beragam, desa wisata memiliki peluang lebih besar untuk membangun citra destinasi dan meningkatkan visibilitasnya di ruang digital.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Politeknik Negeri Jakarta menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pengelola desa wisata diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem promosi pariwisata yang lebih kreatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Program Pengembangan Konten Promosi melalui Storytelling Multibahasa di Geo Theater Rancakalong pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas pengelola dalam memproduksi dan mengelola konten digital secara mandiri.
Dengan semakin kuatnya kemampuan masyarakat dalam mengemas potensi lokal menjadi cerita yang menarik dan menyebarkannya melalui media digital, Geo Theater Rancakalong dan desa wisata di sekitarnya diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan daya tarik wisata, tetapi juga kekayaan budaya dan identitas lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....