BRIN Kembangkan Metode Prediksi Kelangsungan Hidup Larva Ikan Lemuru
- 23 Agt 2026 13:57 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan metode berbasis komputer untuk memprediksi transpor dan kelangsungan hidup larva ikan lemuru (Sardinella lemuru) di Selat Bali, yang telah memperoleh paten sederhana.
Berdasarkan siaran pers yang diterima RRI Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026, metode tersebut menggunakan pemodelan hidrodinamika dua dimensi dengan mempertimbangkan kondisi suhu perairan untuk memperkirakan pergerakan dan peluang kelangsungan hidup larva.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo Setiyo Pranowo, mengatakan metode itu mengintegrasikan data arus laut, suhu laut, angin, dan pasang surut dalam pemodelan hidrodinamika dua dimensi.
Model tersebut juga menggunakan fungsi pembatas suhu optimum larva ikan lemuru yang dapat memengaruhi pergerakan dan probabilitas kelangsungan hidup selama lintasan transpor.
"Keunggulan metode ini terletak pada penggunaan fungsi pembatas suhu optimum yang dapat memengaruhi pergerakan serta probabilitas kelangsungan hidup larva sepanjang lintasan transpor,” ujar Widodo, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Minggu 23 Agustus 2026.
Dengan pendekatan tersebut, pergerakan larva tidak hanya dimodelkan berdasarkan arus laut, tetapi juga mempertimbangkan kondisi suhu yang sesuai bagi kelangsungan hidupnya. Kisaran suhu optimum larva ikan lemuru digunakan sebagai salah satu parameter untuk memodifikasi kecepatan transpor dan menghitung probabilitas kelangsungan hidup larva.
Hasil pemodelan dapat memberikan informasi mengenai distribusi spasial larva, zona suhu optimum, indeks retensi larva, jalur transpor larva berbobot suhu, serta zona potensial rekrutmen ikan. Informasi tersebut dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai dinamika awal kehidupan ikan lemuru di perairan Selat Bali.
Pengembangan metode tersebut dilatarbelakangi kebutuhan untuk memahami pengaruh kondisi oseanografi terhadap persebaran dan kelangsungan hidup ikan lemuru.
Suhu dan arus laut di Selat Bali berperan terhadap distribusi biota serta dinamika stok ikan. Sementara itu, perubahan kondisi lingkungan dan tekanan penangkapan mendorong kebutuhan terhadap metode prediksi yang menggabungkan faktor fisik laut dan respons biologis larva.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan identifikasi wilayah potensial dibandingkan pemodelan yang hanya memperhitungkan pergerakan larva berdasarkan arus laut.
"Melalui invensi ini, pemodelan transpor larva ikan dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dibandingkan metode konvensional. Integrasi faktor hidrodinamika dan suhu diharapkan dapat meningkatkan akurasi dalam mengidentifikasi wilayah potensial bagi kelangsungan hidup dan rekrutmen ikan,” kata Widodo.
Masih dari siaran pers, paten sederhana tersebut diberikan Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 5 Agustus 2026 dengan Nomor Paten IDS000014767. Paten itu memiliki masa perlindungan 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan pada 28 Oktober 2024.
Metode tersebut dikembangkan BRIN bersama Universitas Brawijaya dan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL). Tim pengembang terdiri atas Aida Sartimbul, Widodo Setiyo Pranowo, M. Arif Zainul Fuad, Feni Iranawati, Victor Adi Winata, Tarisa Lestari Ayuningsih, dan Agung Kurniawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....