Seratus Persen Lulusan AKMI Suaka Bahari Terserap Industri
- 24 Jul 2026 15:07 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah ketatnya persaingan pasar kerja perguruan tinggi, Akademi Maritim (AKMI) Suaka Bahari Cirebon mencatatkan tingkat penyerapan kerja penuh. Seluruh lulusan lembaga pendidikan vokasi maritim itu, dipastikan 100 persen langsung terserap, di industri pelayaran niaga domestik maupun luar negeri.
Kepastian serapan kerja penuh itu disampaikan Direktur AKMI Suaka Bahari Cirebon, Bambang Irawan, dalam Seminar SEVIMA yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026. Seminar itu bertepatan dengan momentum peringatan Hari Maritim Nasional.
"Alhamdulillah, lulusan dari AKMI Suaka Bahari Cirebon, boleh dikatakan 100 persen terserap semua ke dunia kerja. Bahkan, beberapa perusahaan pelayaran sudah secara aktif meminta lulusan dari sini," ujar Bambang.
Tingginya angka penyerapan tenaga kerja itu, merupakan hasil dari integrasi kelembagaan. AKMI Suaka Bahari Cirebon kini berada secara resmi, di bawah naungan grup pelayaran nasional, PT Samudera Indonesia Tbk.
Integrasi itu memberikan kepastian tempat praktik laut (prala) bagi para taruna, sekaligus membuka jalur rekrutmen langsung pascastudi. "Saat ini jumlah karyawan Samudera Indonesia berkisar 7.000 sampai 8.000 orang. Tentu mereka butuh regenerasi secara berkelanjutan. Nah, lulusan kami menjadi salah satu pilar utama yang disiapkan untuk mengisi posisi tersebut, baik untuk berlayar di atas kapal maupun memegang posisi manajerial di darat," kata Bambang.
Untuk menjawab kebutuhan spesifik industri pelayaran dan logistik, AKMI menyelenggarakan tiga program studi utama. Nautika (keahlian navigasi dan keselamatan pelayaran), Teknika (keahlian mesin kapal dan sistem penggerak), serta Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan/KPNK (manajemen logistik, administrasi, dan operasional pelabuhan).
Guna memastikan kesiapan kerja para taruna, AKMI Suaka Bahari Cirebon melengkapi sarana pembelajaran, dengan laboratorium Real Bridge Simulator. Fasilitas simulasi anjungan kapal digital itu, telah memenuhi standar kualifikasi Kementerian Perhubungan.
Melalui simulasi itu, taruna dilatih secara intensif, mengoperasikan instrumen navigasi real-time seperti kompas gyro, radar, radio navigasi, kontrol mesin. Serta analisis parameter cuaca menggunakan barometer, untuk antisipasi badai (typhoon).
"Sebelum benar-benar memegang kapal asli, taruna harus paham dulu prosedur membawa kapal yang aman dan selamat. Simulator ini diwajibkan oleh Kemenhub, supaya saat mereka menjadi perwira kapal nanti, semua tindakan dilakukan sesuai prosedur yang benar," kata Bambang yang juga pernah bertugas, sebagai investigator keselamatan pelayaran, di Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Selain kebutuhan domestik, potensi serapan pelaut Indonesia di kawasan internasional sangat terbuka, khususnya di wilayah Timur Tengah seperti Arab Saudi. Selama ini, pasar tenaga kerja pelayaran di kawasan itu, didominasi oleh pelaut asal Filipina.
"Pelaut kita sangat disukai di sana. Selain memiliki etika kerja yang baik, lebih bertanggung jawab, dan sayang dengan pekerjaannya, dari sisi budaya dan agama juga sangat cocok. Catatan penting buat kita, tinggal mengasah penguasaan bahasa asing, agar bisa bersaing maksimal," katanya.
Perjalanan karir Bambang Irawan memberikan gambaran nyata, mengenai fleksibilitas dan prospek lulusan vokasi pelayaran. Memulai karir dari jenjang terendah (cadet), pada kapal tanker MT Pendopo milik Pertamina, berbobot 18.000 DWT pada 1997, ia mampu mengarungi rute internasional, hingga menjabat Second Engineer di Singapura pada 1998, sebelum akhirnya berkiprah di ranah akademis, sebagai dosen praktisi STIP Jakarta (2015–2025), birokrasi KNKT, hingga memimpin almamaternya.
Selain di sektor korporasi dan Kementerian Perhubungan, lulusan AKMI Suaka Bahari Cirebon juga tercatat meniti karir di jajaran TNI dan Polri, hingga level perwira menengah (Letnan Kolonel). "Salah satu alumni kita, Letkol Ismetullah dari Angkatan 14, bahkan pernah dipercaya menjadi Komandan Pasukan Garuda, dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Ini bukti bahwa lulusan dari sini bisa berkembang ke mana saja, baik di laut, darat, maupun instansi pemerintah," ucap Bambang.
Dengan jaminan serapan kerja 100 persen, fasilitas simulator kelas dunia, dan jalur karir yang tembus ke level global, AKMI Suaka Bahari Cirebon membuktikan diri, sebagai pilihan tepat bagi anak muda, yang ingin mengarungi masa depan cerah di dunia maritim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....