Guru Besar UI Puji Buku Transisi Energi: Mudah Dipahami Semua Kalangan
- 22 Jul 2026 18:14 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, meluncurkan buku Bumi yang Terjaga: Transisi Energi untuk Indonesia yang Berkelanjutan. Peluncuran buku itu menjadi bagian dari upaya kampus transisi energi, untuk memperkuat pemahaman publik mengenai transisi energi, yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan masa depan bangsa.
Dalam sambutannya, Prof. Iwa menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih besar, daripada sekadar mencetak lulusan yang menguasai aspek teknis. "Tugas kami bukan hanya menghasilkan lulusan yang mampu menghitung daya, atau merancang jaringan listrik. Tugas kami adalah membentuk penjaga bumi, generasi yang memahami dampak sosial dan ekologis, dari setiap keputusan teknis yang mereka ambil," ujar Prof. Iwa saat peluncuran buku di JICC Senayan, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurutnya, buku itu lahir dari kegelisahan, karena belum banyak referensi yang mampu menjelaskan isu transisi energi secara komprehensif. Sekaligus mudah dipahami masyarakat luas.
Ia mengungkapkan, ide penyusunan buku berawal dari diskusi sederhana, mengenai kebutuhan sebuah buku yang dapat dibaca mahasiswa teknik, pembuat kebijakan, pelaku bisnis, hingga masyarakat umum. Buku itu ditulis bersama dosen ITPLN lain, Rakhmadi Irfansyah Putra, S.Kom., MMSI.
"Kami ingin menghadirkan buku yang tidak hanya menjelaskan apa itu transisi energi. Tetapi juga mengapa isu ini penting, dan apa peran setiap orang di dalamnya," katanya.
Prof. Iwa menjelaskan, penyusunan buku didukung lebih dari 150 referensi ilmiah. Sehingga mampu menghadirkan pembahasan yang kuat, namun tetap menggunakan bahasa yang mudah dipahami pembaca nonteknis.
Buku setebal sekitar 315 halaman itu memuat lima pesan utama. Salah satunya bahwa transisi energi merupakan perubahan cara berpikir, bukan sekadar mengganti energi fosil menjadi energi terbarukan.
"Teknologi hanyalah alat. Arah penggunaannya tetap ditentukan manusia, kebijakan, nilai yang kita pegang, serta keberanian meninggalkan kenyamanan lama," katanya.
Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika ITPLN, menjadikan transisi energi sebagai gerakan ilmu pengetahuan, gerakan keadilan. Sekaligus gerakan kemanusiaan.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Ir. Rinaldy Dalimi, menilai buku itu memperlihatkan perpaduan peran Prof. Iwa sebagai akademisi, sekaligus pemimpin perguruan tinggi. Menurutnya, selama tujuh tahun memimpin ITPLN, Prof. Iwa berhasil membawa perubahan signifikan, yang juga tercermin dalam isi buku tersebut.
"Saya melihat dua sosok dalam buku ini. Yaitu akademisi yang berpikir kritis, dan seorang manajer yang memahami bagaimana perubahan harus dijalankan," katanya.
Prof. Rinaldy juga menilai, buku itu menjadi salah satu referensi yang membahas transisi energi, dari berbagai sudut pandang secara utuh. Dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
"Ini bukan buku yang hanya ditujukan untuk para profesor atau akademisi. Masyarakat umum pun dapat membaca dan memahaminya. Setelah membaca beberapa bab, saya justru terdorong menyelesaikan seluruh isi buku," katanya.
Apresiasi juga disampaikan Pemimpin Redaksi Listrik Indonesia, Damar Rusli, yang turut menangani penerbitan buku itu. Menurut Damar, transisi energi kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata yang sedang berlangsung di berbagai negara.
"Transisi energi adalah tanggung jawab bersama. Buku ini memberikan pemahaman yang jernih mengenai urgensi transisi energi, sekaligus bagaimana Indonesia dapat mengambil peran dalam mewujudkannya," ucap Rusli.
Ia menambahkan, buku yang terdiri atas 15 bab itu, diharapkan menjadi referensi penting bagi berbagai kalangan. Dalam memahami perubahan menuju sistem energi yang lebih bersih, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Peluncuran buku Bumi yang Terjaga: Transisi Energi untuk Indonesia yang Berkelanjutan, sekaligus menegaskan komitmen ITPLN, untuk tidak hanya mencetak tenaga profesional di bidang energi. Tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta mampu memimpin transformasi menuju masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....