FTUI Gaungkan Sinergi Hilirisasi Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan

  • 20 Jul 2026 17:40 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menegaskan komitmennya memperkuat sinergi hilirisasi teknologi dan inovasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui perayaan Dies Natalis ke-62 yang mengusung tema “Engineering Innovation for Sustainable Industry and Future Society”.

Perayaan yang digelar di Smart Auditorium Adikarsa Keteknikan, Kampus FTUI Depok tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Universitas Indonesia Bidang Akademik Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, dan diisi kuliah umum oleh Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Sekretaris Utama BKPM, Dr. Ir. Mohamad Rudy Salahuddin.

Dalam sambutannya Prof. Mahmud mengatakan FTUI selama 62 tahun telah berkembang menjadi salah satu kekuatan utama pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sekaligus melahirkan berbagai solusi bagi pembangunan nasional.

“FTUI telah membuktikan diri sebagai kekuatan utama tridarma di UI sekaligus ruang lahirnya solusi nyata bagi bangsa. Aktivitas engineering di FTUI hari ini dituntut mampu menghadirkan inovasi yang memperkuat daya saing industri dan aspek keberlanjutan,” ujar Mahmud dalam keterangan tertulis, Senin, 20 Juli 2026.

Sementara itu, Rudy Salahuddin memaparkan transformasi industri nasional melalui kebijakan hilirisasi yang menurutnya semakin berperan sebagai penggerak investasi. Ia menyebut realisasi investasi sektor hilirisasi pada semester I 2026 mencapai sekitar Rp300,1 triliun atau berkontribusi sekitar 30 persen terhadap total investasi nasional.

Menurut Rudy, agenda hilirisasi tidak cukup berhenti pada pengolahan bahan baku, tetapi harus didorong hingga menghasilkan nilai tambah melalui penguasaan teknologi, inovasi, dan riset.

“Agenda hilirisasi tidak boleh stagnan hanya di pengolahan tahap awal. Nilai tambah terbesar sesungguhnya terletak pada penguasaan teknologi, desain, dan inovasi ilmiah. Hilirisasi nasional mustahil sukses tanpa keterlibatan penuh dari perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah terus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah melalui skema Triple Helix, termasuk memberikan insentif Super Tax Deduction hingga 300 persen bagi industri yang mendanai riset dan pengembangan terapan di perguruan tinggi.

Dekan FTUI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan mengatakan tema Dies Natalis ke-62 mencerminkan komitmen FTUI agar inovasi yang lahir di lingkungan kampus mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Di tengah perubahan masif saat ini, peran perguruan tinggi keteknikan menjadi jauh lebih krusial. Kampus tidak boleh lagi sekadar menjadi tempat belajar secara pasif, melainkan harus menjelma menjadi tempat lahirnya solusi dan ruang bertemunya ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata industri,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Kemas juga memaparkan capaian FTUI di tingkat internasional. FTUI mencatat lonjakan 106 peringkat hingga menempati posisi ke-262 dunia pada QS World University Rankings by Subject Engineering and Technology. Selain itu, sejumlah akademisi FTUI juga masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists, yang mencerminkan pengakuan terhadap kualitas riset teknik Universitas Indonesia.

Rangkaian Dies Natalis ke-62 FTUI juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada Prof. Dr. Ing. Ir. Nandy Setiadi Djaya Putra sebagai Most Reputable Scholar dan Dr. Ir. Catur Apriono. sebagai Emerging Young Researcher Under 40. Selain itu, FTUI menyerahkan beasiswa dari Dana Abadi FTUI kepada mahasiswa program sarjana serta menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan PT Biotech Indonesia, PT Siemens Energy Indonesia, dan Universitas Timor untuk memperkuat hilirisasi inovasi dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....