MoraRepublic Rampungkan Uji FAT Proyek Kabel Bawah Laut MIC-3
- 01 Jul 2026 15:07 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) menggandeng HMN Technologies Co., Limited (HMN Tech) menyelesaikan Factory Acceptance Testing (FAT) untuk perangkat wet plant pada proyek Moratelindo International Cable System-3 (MIC-3).
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem kabel bawah laut yang akan menghubungkan Indonesia dan Singapura melalui infrastruktur digital berkapasitas tinggi.
Proyek MIC-3 dirancang menghubungkan Singapura dengan Pulau Batam, Indonesia, melalui pemasangan dua 32FP branching unit di sepanjang jalur kabel bawah laut.
Selain itu, MoraRepublic juga telah menyiapkan dua reserved branching unit guna mendukung perluasan konektivitas ke sejumlah destinasi potensial di masa depan, termasuk menuju Jakarta.
Chief Technology Officer MoraRepublic, Michael C. McPhail mengatakan, proyek kabel bawah laut MIC-3 merupakan salah satu inisiatif strategis perusahaan dalam memperkuat interkoneksi digital regional.
“Proyek ini menghadirkan gerbang konektivitas berkapasitas tinggi yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura, sekaligus memungkinkan perluasan cakupan jaringan berkapasitas besar di masa depan melalui fleksibilitas branching yang telah disiapkan,” kata Michael melalui keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2026.
Sistem MIC-3 diharapkan mampu menghadirkan komunikasi berkecepatan tinggi antara Singapura sebagai salah satu gerbang digital internasional dengan Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia.
“Kehadiran MIC-3 akan memberikan dorongan baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan,” kata Michael.
Selain memperkuat konektivitas kedua negara, proyek MIC-3 juga diproyeksikan mendorong interkoneksi infrastruktur digital di koridor Singapura–Johor–Batam, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, serta mendukung perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan pusat data di kawasan Asia Tenggara.
Sistem MIC-3 dibangun menggunakan pendekatan berorientasi masa depan dengan memanfaatkan dua 32FP branching unit terbaru dari HMN Tech yang dilengkapi teknologi 16FP optical switch terdepan di industri.
Teknologi tersebut menghadirkan kemampuan optical switching berperforma tinggi yang memungkinkan proyek MIC-3 mendukung akses lebih fleksibel bagi dua sistem 16FP di masa mendatang, sekaligus menyediakan skalabilitas untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan jaringan.
Selain itu, teknologi optical switch memungkinkan proses pengalihan layanan komunikasi secara presisi dan fleksibel antara jalur utama (trunk) dan jalur percabangan (branch).
Kemampuan tersebut membuat sistem mampu beradaptasi secara dinamis terhadap peningkatan kebutuhan bandwidth seiring berkembangnya ekonomi digital, sekaligus memberikan nilai strategis jangka panjang bagi pertumbuhan ekosistem digital regional.
Sebagai salah satu jalur strategis yang menghubungkan pusat-pusat digital di Asia Tenggara, proyek MIC-3 menggunakan kabel bawah laut repeatered 32FP milik HMN Tech yang menawarkan kapasitas sangat tinggi (ultra-high capacity) serta latensi sangat rendah (ultra-low latency).
Infrastruktur tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan bandwidth yang terus meningkat di kawasan sekaligus menjadi fondasi jaringan yang kokoh bagi perkembangan industri digital regional.
Setelah mulai beroperasi secara komersial, sistem MIC-3 akan terintegrasi dengan jaringan domestik maupun internasional milik MoraRepublic. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat kolaborasi digital antarnegara di Asia Tenggara.
Sementara itu, Executive Vice President HMN Tech, Ma Yanfeng, mengatakan pihaknya bangga dapat mendukung MoraRepublic dalam membangun jaringan backbone kabel bawah laut berkecepatan tinggi.
“Seiring dengan berkembangnya teknologi AI di tingkat global, kebutuhan akan konektivitas internasional terus bergerak menuju kapasitas yang lebih besar, fleksibilitas yang lebih tinggi, serta ketahanan jaringan yang semakin kuat,” katanya.
“Ke depan, HMN Tech akan terus mendukung konektivitas digital global melalui teknologi inti yang dirancang untuk era kecerdasan buatan,” tutup Ma Yanfeng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....