Badan Bahasa Gandeng IP Trisakti Sosialisasi Gastrodiplomasi lewat Soto Betawi
- 26 Jun 2026 17:30 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Bahasa Kemendikdasmen melalui Ikatan Duta Bahasa DKI Jakarta menggelar program belajar bahasa melalui pengalaman memasak di Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Jakarta Selatan, Jum'at, 26 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 14 mahasiswa dari Serbia, Pakistan, Timor Leste dan China, yang saat ini sedang menjalani kuliah di Indonesia.
Program Krida Duta Bahasa ini dirancang sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat 2, khususnya dalam memahami dan mempraktikkan teks prosedur melalui berbagai resep serta aktivitas gastronomi Nusantara. Melalui pendekatan ini, pembelajaran mengintegrasikan bahasa, budaya dan gastronomi Indonesia dalam satu pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan.
"Program rasa ini merupakan program penginternasionalan Bahasa Indonesia yang setiap tahun dilakukan. Untuk tahun ini, kami usung konsep sedikit berbeda yakni gastrodiplomasi dan menitikberatkan budaya Jakarta, yakni Soto Betawi yang mengandung banyak rempah," ujar Duta Bahasa DKI 2026, Cindy Baby Gracia Kustiawan Adinata, Jum'at, 26 Juni 2026.

Cindy menjelaskan, makanan memiliki kemampuan yang unik karena dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa memandang bahasa, kebangsaan, maupun latar belakang budaya. Oleh karena itu makanan sering disebut sebagai bahasa universal atau bahasa yang dapat dipahami semua orang.
"Melalui Buku Saku Gastronomi Dasar Indonesia, merupakan langkah jangka panjang kami untuk mempermudah mahasiswa asing yang dalam mempelajari bahasa Indonesia," katanya.
Gastronomi dipilih sebagai medium karena memiliki daya tarik lintas budaya serta mampu menjadi jembatan yang efektif dalam membangun pemahaman dan kedekatan antar bangsa.
"Melalui makanan, pembelajaran dapat mengenal Indonesia tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui cerita, tradisi dan nilai yang terkandung di dalam setiap sajian," ucapnya.
Dekan Fakultas Vokasi Institut Pariwisata Trisakti Dr. Amrullah, S.H., M.Hum., M.Si.Par., CHE., QCRO menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung upaya pemerintah mempromosikan bahasa Indonesia ke dunia. Melalui kegiatan ini mahasiswa asing yang hadir, selain melihat dan mengetahui budaya Nusantara juga merasakan pengalaman langsung lewat masakan dengan menerapkan kosakata bahasa Indonesia dalam kegiatan tersebut.

"Ini sangat menarik, pembelajaran tidak monoton, tidak membosankan, tidak selalu menghafal kosakata di kampus dan mempraktekan gramer yang membuat orang malas. Ini salah satu metode pendekatan yang sangat komunikatif melalui pengalaman nyata, sehingga anak muda tertarik untuk belajar bahasa. Mereka gunakan media budaya, musik, sastra dan lainnya, ini sangat menarik dan menunjang program pemerintah," ujarnya.
Amarullah yakin, lewat metode ini minat penutur asing yang ingin belajar bahasa Indonesia akan mengalami peningkatan. Karena selain menguasai kosa kata, tapi juga mengetahui budaya Indonesia secara lebih luas dan komprehensif.
"Program ini akan terus berlanjut, diminta atau tidak, kita akan proaktif dengan menyediakan fasilitas tempat dan para pengajarnya," kata Amarullah.

Sementara itu, Siri Cau Elo Pereira salah seorang peserta asal Timor Leste mengaku senang dapat mengikuti program belajar bahasa melalui pengalaman memasak.
Bersama tiga temannya, Siri Cau bersyukur bisa mengikuti program ini dan berharap kedepannya makin lugas dalam bertutur kata.
"Senang dan ini pertama kali saya ikut belajar bahasa Indonesia, semoga makin lancar," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....