Siemens Tech Summit 2026 Dorong Digitalisasi dan Transisi Energi
- 18 Jun 2026 20:41 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Siemens Indonesia secara resmi meluncurkan Siemens Tech Summit 2026 (STS26), yang mempertemukan para pemimpin industri, mitra teknologi, dan akademisi untuk mendorong agenda digitalisasi dan transisi energi Indonesia.
Surya Fitri, President Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia mengatakan, event ini bukan sekadar ajang pamer teknologi; tetapi menjadi katalis untuk implementasi nyata.
"Dengan menggabungkan portofolio digital dengan kemitraan lokal yang kuat, kami turut menciptakan masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan kompetitif,” ujar Surya Fitri dalam keterangan resminya, Kamis, 18 Juni 2026.

Dengan sekitar 1.000 peserta industri, summit ini menyoroti langkah konkret untuk mempercepat transformasi industri dan mencapai target net-zero, dengan fokus pada integrasi dunia nyata (hardware) dan dunia digital (software). Acara ini didukung oleh AWS Indonesia, AWS Indonesia, TWINK Indonesia, serta Metro Abdibina Sentosa Group sebagai Platinum Event Partners.
Di inti STS26 adalah portofolio “X” dari Siemens yang merupakan sebuah platform digital terbuka yang dirancang untuk mempercepat transformasi lintas industri. Platform ini terdiri dari Industrial Operations X yang mendorong manufaktur otonom berbasis data, Electrification X yang menghadirkan sistem energi yang lebih cerdas & tangguh, Building X yang meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bangunan serta Gridscale X yang mendukung transisi menuju jaringan energi otonom.
Teknologi ini didukung oleh Knowledge Hub yang mencakup pembiayaan, transisi energi, Industrial AI, transformasi digital, keberlanjutan, dan keamanan siber, serta ditampilkan melalui demonstrasi langsung di Technology Expo.
Salah satu pencapaian utama summit ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman strategis dengan Accenture, PLN Enjiniring, dan Telkomsel untuk mempercepat digitalisasi industri di Indonesia. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen Siemens dalam mengembangkan talenta masa depan serta mendukung transisi Indonesia menuju sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Kolaborasi strategis ini antara lain percepatan transformasi digital End-to-End. Melalui kemitraan dengan PT Accenture Indonesia, Siemens akan bersama-sama merancang, menghadirkan, dan mengembangkan solusi transformasi digital end-to-end. Kolaborasi ini mengintegrasikan keahlian di bidang Operational Technology (OT) dan Information Technology (IT), memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), serta mengimplementasikan platform digital terintegrasi untuk menjawab kebutuhan industri secara menyeluruh.
Kedua, penguatan ekosistem engineering ketenagalistrikan
Bersama PT Prima Layanan Nasional Enjiniring, dimana Siemens menjalin kemitraan strategis untuk memperkuat ekosistem engineering ketenagalistrikan di Indonesia.
"Kolaborasi ini mencakup pengembangan layanan engineering secara bersama, pertukaran pengetahuan, kerja sama teknis, serta program peningkatan kapasitas," ucapnya.
Terakhir, mendorong digitalisasi enterprise melalui IoT dan Analitik Data. Kkerja sama dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Siemens akan mendorong percepatan digitalisasi sektor enterprise melalui peningkatan teknologi, integrasi Internet of Things (IoT), serta solusi analitik data yang lebih canggih.
"Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data di berbagai industri," ujarnya.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang di Indonesia, Siemens juga menjalin kemitraan dengan tujuh universitas terkemuka melalui pemberian perangkat lunak PSS SINCAL yang mendukung simulasi sistem tenaga kelistrikan dan pendidikan teknik tingkat lanjut.
"Universitas penerima antara lain Sekolah Teknik Elektro & Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Universitas Brawijaya (UNBRAW), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Trisakti (USAKTI), Universitas Jember (UNEJ) dan Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI)," katanya.
Kemitraan terbaru ini memperkuat komitmen jangka panjang Siemens di bidang pendidikan, yang telah menjangkau sembilan universitas dan kini diperluas ke tujuh institusi tambahan pada 2026. Masing-masing akan menerima perangkat lunak PSS® SINCAL senilai Rp100 juta. Dampaknya sudah terlihat di ITS dan IT PLN, di mana sejak 2024 perangkat lunak ini menjadi bagian kurikulum dan membantu 40 lulusan memperoleh kesempatan magang dan berkarier.
"Akses yang konsisten terhadap teknologi ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang mendekati kondisi industri, sehingga lebih siap memasuki dunia kerja," ucap Surya.
Untuk semakin memperkuat pengembangan talenta, Siemens juga akan meluncurkan kompetisi mahasiswa SINCAL pada tahun depan. Kompetisi ini akan menantang tim mahasiswa untuk menyelesaikan kasus nyata sistem tenaga listrik menggunakan perangkat lunak tersebut, dengan penilaian oleh para ahli industri dan hadiah berupa uang tunai bagi pemenang. Inisiatif ini menegaskan komitmen berkelanjutan Siemens dalam menyiapkan talenta masa depan serta mendukung transformasi sektor kelistrikan Indonesia menuju sistem yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....