Lima Puluh SMA di Jabodetabek Sukseskan Gerakan Sayang Bumi Acer

  • 11 Jun 2026 20:30 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Acer Indonesia menggandeng 50 SMA di wilayah Jabodetabek dalam gerakan #SayangBumi tahun 2026. Program yang telah berjalan selama enam tahun, kali ini fokus melibatkan dunia pendidikan sebagai titik gerak, yakni menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia muda sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bumi.

Langkah ini dilakukan, karena menurut data dari Global e-Waste Monitor 2024, Indonesia tercatat sebagai salah satu penghasil limbah elektronik terbesar di Asia Tenggara, dengan timbunan mencapai 1,9 juta ton pada 2022.

Leny Ng, President Director Acer Indonesia mengatakan, program ini tidak hanya mengajak untuk mengumpulkan e-waste di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan edukasi langsung melalui workshop yang menjangkau ribuan siswa sepanjang Juni hingga November 2026. Tidak hanya itu, tiap sekolah didorong untuk melahirkan perwakilan siswa yang akan menjadi penggerak nyata bagi rekan-rekannya melalui program "SayangBumiChangemaker.

"Selama 6 tahun program ini berjalan telah membuktikan bahwa perubahan nyata dimulai dari langkah kolektif yang konsisten. Tahun ini kami memilih hadir di sekolah karena kami percaya bahwa generasi yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan adalah generasi yang akan menentukan seperti apa bumi ini 20 hingga 30 tahun ke depan," ujar Leny Ng di SMA Negeri 82 Jakarta yang turut partisipasi gerakan #SayangBumi, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, gerakan Ini bukan sekedar program tapi undangan bagi anak muda Indonesia untuk memimpin perubahan bukan menunggu orang lain melakukannya.

"Kami ingin melangkah dengan mendorong lebih banyak generasi muda untuk terlibat bersama dalam pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab, di saat yang bersamaan juga membangun kesadaran bahwa langkah kecil bisa membawa dampak untuk bumi," katanya.

Sejalan dengan semangat aksi nyata, Acer Indonesia menargetkan pengumpulan 5 ton e-waste sepanjang program berlangsung, melampaui pencapaian 3 ton pada tahun sebelumnya. Titik pengumpulan tersedia di 50 sekolah peserta, serta di sejumlah titik tambahan di wilayah Jabodetabek yang akan diumumkan secara bertahap.

"Program ini terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab," ucap Leny Ng

Melalui program SayangBumi Changemaker, setiap sekolah peserta akan melahirkan 3 siswa terpilih, dengan total 150 orang siswa Changemaker dari seluruh Jabodetabek. Mereka bukan sekadar peserta workshop, melainkan duta siswa yang aktif menggerakkan ribuan rekan-rekannya untuk berpartisipasi dalam pengumpulan e-waste dan menyebarkan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan di komunitas sekolah masing- masing.

Dalam pelaksanaan #SayangBumi tahun ini, Acer Indonesia bekerjasama dengan EwasteRJ, sebagai mitra edukasi sekaligus mitra daur ulang bersertifikasi. Selain mendukung pelaksanaan workshop dan kunjungan ke sekolah, EwasteRJ juga memastikan limbah elektronik diproses secara aman, sesuai standar, dan ramah lingkungan.

Rafa Jafar, Founder EwasteRJ mengapresiasi langkah Acer Indonesia dalam komitmen mendorong pengumpulan e-waste yang melibatkan berbagai pihak. Inisiatif ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus secara kolektif.

"Kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya pengelolaan limbah elektronik, dan kolaborasi melalui #SayangBumi ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat luas untuk mulai peduli lingkungan,” ujarnya.

Inisiatif #SayangBumi merupakan gerakan keberlanjutan Acer Indonesia yang telah berjalan konsisten sejak 2021, mencakup edukasi lingkungan, bersih-bersih pantai, pelatihan pelestarian lingkungan bagi pelajar, penanaman ribuan mangrove, pengumpulan dan pengelolaan e-waste, hingga penanaman ribuan bibit pohon. Pada tahun sebelumnya, gerakan ini berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton e-waste dan menanam 2.000 bibit pohon sebagai langkah konkret menekan jejak karbon dan mendukung pemulihan ekosistem.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....