Rorotan Sukses Kurangi 6,5 Ton Sampah Per Hari Melalui Inovasi Ekonomi Sirkular

  • 15 Mei 2026 18:55 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan sampah melalui program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Sejak dimulai pada Februari lalu, program ini tidak hanya berhasil menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Lurah Rorotan mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah terus meningkat. Meskipun awalnya sulit mengubah perilaku, kini warga mulai merasakan manfaat langsungnya, salah satunya adalah berkurangnya bau tidak sedap di lingkungan rumah karena sampah organik langsung diolah setiap hari.

Pencapaian Signifikan

Berdasarkan data yang dipantau melalui dashboard Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Kelurahan Rorotan berhasil mengurangi sekitar 6,5 ton sampah organik setiap harinya. Sampah-sampah ini tidak lagi dibuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir, melainkan diolah menjadi produk bernilai guna.

"Target saya, yang masuk ke RDF (Refuse Derived Fuel) nantinya hanya sampah residu saja. Sisanya, sampah harus menjadi uang dan bagian dari ekonomi sirkular untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Lurah Rorotan ketika ditemui RRI Jakarta, Jumat 15 Mei 2026.

Sampah Menjadi Pakan Ternak dan Tabungan

Inovasi yang dijalankan meliputi pengolahan sampah organik menjadi bubur pakan maggot dan pakan bebek. Hal ini sangat mendukung potensi lokal Rorotan yang terkenal dengan produksi telur asin berkualitas tinggi. Kedepannya, setiap RW direncanakan akan memiliki budidaya maggot sendiri untuk mengoptimalkan pengolahan sampah di tingkat akar rumput.

Tak hanya itu, Kelurahan Rorotan juga menggiatkan kembali program Bank Sampah. Untuk meningkatkan minat warga, pihak kelurahan bekerja sama dengan Bank DKI Syariah dalam pengelolaan keuangan. Melalui kerja sama ini, hasil penjualan sampah warga dapat langsung ditabung di rekening tanpa potongan biaya administrasi (0%).

Harapan Kedepan

Dengan integrasi antara pemilahan sampah, budidaya maggot, pakan ternak, dan perbankan syariah, Kelurahan Rorotan optimis dapat menciptakan kemandirian ekonomi berbasis lingkungan. Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam menangani masalah sampah perkotaan sekaligus meningkatkan taraf hidup warga.

"Perubahan perilaku adalah kunci. Saat warga melihat sampah mereka bisa menjadi tabungan di bank, antusiasme itu muncul secara alami," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....