Guru Besar UI Dorong Penggunaan Pelumas Nabati untuk Industri Ramah Lingkungan

  • 04 Mei 2026 21:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia Sukirno mengatakan penggunaan pelumas berbasis minyak bumi harus segera dikurangi, seiring meningkatnya kesadaran terhadap dampak lingkungan. Ia mendorong pengembangan pelumas berbasis minyak nabati sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar yang berjudul “Teknologi Pelumasan (Lubrication Technology): Produksi Pelumas Bio (Biobased) Berbasis Minyak Nabati dan Pilihan Aplikasinya”. Ia menekankan pentingnya peran pelumas dalam menjaga performa mesin.

Menurut Sukirno, pelumas memiliki fungsi vital untuk mengurangi gesekan antarbagian logam pada mesin. Tanpa pelumasan yang optimal, gesekan dapat menimbulkan panas berlebih, mempercepat keausan, hingga menyebabkan kerusakan mesin. “Pelumasan yang tepat membantu mesin bekerja lebih efisien sekaligus memperpanjang masa pakainya,” ujar Sukirno melalui keterangan tertulis, Senin, 4 Mei 2026.

Lebih lanjut Sukirno menjelaskan, mayoritas pelumas yang digunakan saat ini masih berbasis minyak bumi yang sulit terurai di alam. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan lingkungan, terutama pada aplikasi yang berpotensi mencemari. Sebagai alternatif, pelumas berbasis minyak nabati dinilai lebih aman karena memiliki tingkat biodegradabilitas tinggi.

“Pelumas nabati dapat terurai lebih dari 90 persen di alam, jauh lebih tinggi dibandingkan pelumas mineral. Selain itu, pelumas jenis ini juga memiliki daya lekat yang lebih baik pada permukaan logam, tidak mudah menguap, serta memiliki titik nyala yang lebih tinggi sehingga relatif lebih aman digunakan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan pelumas nabati, khususnya terkait ketahanan pada suhu tinggi dan performa pada suhu rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan inovasi melalui rekayasa kimia agar kualitasnya dapat ditingkatkan dan diaplikasikan secara lebih luas.

Sukirno menambahkan, pelumas nabati sangat potensial digunakan pada sektor-sektor yang memiliki risiko pencemaran langsung, seperti pelumas grease, oli hidrolik, cairan pemotongan logam, hingga oli mesin dua langkah. “Pada penggunaan tersebut, pelumas sering terbuang langsung ke lingkungan sehingga aspek ramah lingkungan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ke depan, ia menilai pelumas berbasis minyak nabati memiliki peluang besar untuk menggantikan pelumas konvensional berbasis minyak bumi. Namun, pengembangan lanjutan tetap diperlukan, terutama untuk meningkatkan stabilitas pada suhu tinggi agar dapat digunakan secara optimal pada mesin kendaraan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....