Perkuat Daya Saing SDM, SMU Hadirkan Entitas Baru Pendidikan di Indonesia

  • 28 Apr 2026 19:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Singapore Management University (SMU), secara resmi telah mendirikan entitas tersendiri, PT SMU International Indonesia (SMU Indonesia). Hal itu menandai komitmen strategis jangka panjang, untuk memperkuat pengembangan dan daya saing SDM Indonesia, di era disrupsi teknologi yang kian cepat.

Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia telah mengidentifikasi konsep triple readiness bagi kesiapan tenaga kerja, di mana keterampilan teknis, digital, dan keterampilan dasar, harus berkembang secara selaras pada tahun 2030. Hal itu sejalan dengan percepatan upaya digitalisasi sistem pendidikan tinggi di Indonesia, dengan pemanfaatan AI (artificial intelligence), guna meningkatkan kapasitas tenaga kerja.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan urgensi tersebut. Sepertiga pekerja muda masih bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, sementara tingkat pengangguran usia muda mencapai lebih dari dua kali rata-rata nasional. Setiap tahun, sekitar 3,5 juta lulusan baru, masuk ke pasar lapangan kerja, yang menambah tekanan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

SMU Indonesia hadir untuk menjawab kesenjangan tersebut, dengan memperluas program kolaboratif, yang menghubungkan para lulusan, dengan kebutuhan nyata industri, baik di Indonesia maupun Singapura. Merespon hal itu, Prof. Lily Kong, Presiden Singapore Management University, menyatakan Indonesia saat ini berada dalam momen yang cukup signifikan.

“Kekuatan sumber daya manusia Indonesia, akan menjadi penentu arah transformasi ekonominya. Di SMU, kami meyakini bahwa perguruan tinggi, perlu melangkah lebih jauh dari peran konvensional, demi menjadi mitra strategis dalam membangun kompetensi SDM,” ujar Prof. Lily Kong, kepada wartawan di Jakarta, Selasa, April 2026.

Hadirnya SMU Indonesia sebagai bagian dari jaringan SMU, mencerminkan komitmen jangka panjang yang kuat, terhadap visi tersebut. Melalui kolaborasi erat dengan pemerintah, industri, dan mitra akademik, SMU tidak hanya merespons kesenjangan keterampilan yang ada, tetapi juga bersama-sama membangun SDM yang adaptif, berkembang, dan berkiprah secara global.

“Dalam upaya tersebut, kami berharap dapat berkontribusi secara nyata, terhadap agenda triple readiness Indonesia, dengan mendukung pengembangan tenaga kerja, yang tidak hanya unggul secara teknis dan cakap digital. Tetapi juga memiliki kemampuan humanis, yang akan tetap relevan di era maraknya penggunaan AI,” kata Prof. Lily.

Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur AKR sekaligus Ketua SMU International Advisory Council (IAC) Indonesia, menyatakan saat ini Indonesia masih menghadapi kesenjangan keterampilan. Diantaranya dalam bidang data science, AI, keamanan siber, serta komputasi awan.

“Hal ini kerap menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan talenta, bagi perusahaan digital yang tumbuh pesat. Saya berharap kehadiran SMU Indonesia, dapat semakin memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi, sektor swasta, dan pemerintah, sekaligus membantu menjawab tantangan tenaga kerja, serta mendorong pembangunan ekonomi masa depan yang lebih tangguh,” ucap Haryanto.

SMU Indonesia menerapkan model pendidikan, yang tercermin dalam program berikut: Transformasi tenaga kerja berbasis AI. Program-program yang dijalankan melalui inisiatif Resilience and Workforce Transformation (ResWORK) dari SMU, mengkaji bagaimana disrupsi AI mengubah lanskap pekerjaan anak muda, serta kebutuhan keterampilan di berbagai industri.

Penguatan daya dan inovasi perkotaan. Kolaborasi dengan Jakarta Smart City, mendukung pengembangan SDM dalam solusi perkotaan berbasis digital, serta perencanaan kota berkelanjutan.

Pembelajaran terintegrasi dengan industri. Kemitraan dengan sektor perbankan, energi, dan sumber daya alam mendorong pengembangan kurikulum, yang selaras dengan dinamika peran kerja yang terus berkembang.

Kolaborasi SDM lintas-negara. Program pertukaran dan pembelajaran berbasis pengalaman. Termasuk inisiatif Global Ready Talent dan Global Summer Programme, guna meningkatkan kesiapan dan daya saing lulusan di Indonesia dan Singapura.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....