Dampak Buruk Deepfake AI Seret Aktris Korea Ternama, Agensi Buka Suara

  • 07 Apr 2026 11:20 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID , Jakarta - Industri hiburan Korea Selatan kembali dihebohkan dengan kasus penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Aktris senior Yeom Hye-ran dilaporkan menjadi korban pelanggaran hak cipta akibat penggunaan teknologi deepfake AI yang meniru wajahnya tanpa izin.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya sebuah video berbasis AI yang menggunakan kemiripan wajah Yeom Hye Ran dan diunggah ke platform YouTube. Video tersebut langsung menuai perhatian publik karena dinilai melanggar hak personal sekaligus etika dalam industri kreatif.

Agensi yang menaungi sang aktris, ACE FACTORY angkat bicara terkait kejadian ini. Dalam pernyataan resminya, pihak agensi menegaskan bahwa mereka tidak pernah memberikan persetujuan atas penggunaan wajah kliennya dalam konten berbasis AI tersebut.

“Kami telah konfirmasi bahwa video yang dihasilkan AI menggunakan kemiripan artis kami Yeom Hye Ran tanpa izin telah diunggah ke YouTube hari ini. Perusahaan kami tak diskusi atau meminta persetujuan sebelumnya mengenai produksi video tersebut,” ujar perwakilan agensi Miji Kim dalam keterangannya, dikutip Selasa, 7 April 2026.

Pihak agensi juga menyebut bahwa video tersebut kini telah dihapus setelah sempat diatur menjadi privat. Namun demikian, mereka tetap menilai kejadian ini sebagai pelanggaran serius yang berpotensi merugikan artis secara profesional maupun personal.

Sebelumnya, publik juga sempat dihebohkan dengan kemunculan film berjudul The Inspector yang diketahui menggunakan teknologi AI untuk menciptakan karakter dengan wajah yang sangat mirip dengan Yeom Hye Ran. Pihak produksi bahkan mengakui penggunaan teknologi tersebut, meskipun sempat memberi kesan bahwa izin telah diperoleh.

Faktanya, tidak ada persetujuan resmi dari pihak aktris maupun agensi. Hal ini semakin memperkuat kekhawatiran terkait penyalahgunaan teknologi AI, terutama dalam menciptakan representasi digital seseorang tanpa izin yang sah.

Kasus ini pun menjadi sorotan luas karena menunjukkan sisi gelap perkembangan teknologi deepfake. Banyak pihak menilai bahwa tanpa regulasi yang jelas, penggunaan AI justru dapat merugikan individu, khususnya para figur publik yang rentan menjadi target manipulasi digital.

Sebagai aktris yang telah lama berkarya di industri seni peran, Yeom Hye Ran dikenal memiliki reputasi yang kuat. Insiden ini tidak hanya berdampak pada dirinya secara pribadi, tetapi juga menjadi peringatan bagi industri hiburan mengenai pentingnya perlindungan hak cipta dan identitas di era digital.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan kesadaran akan etika penggunaan teknologi AI semakin meningkat, serta mendorong adanya regulasi yang lebih tegas untuk melindungi para pelaku industri kreatif dari penyalahgunaan serupa. (Kayla Maiza - Mahasiswa Institut Bisnis & Informatika Kosgoro 1957 Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....