Fenomena Parade Enam Planet Terjadi 28 Februari 2026

  • 24 Feb 2026 09:32 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Pernah membayangkan enam planet berjejer di langit dalam satu waktu? Bagi sebagian besar orang, pemandangan seperti itu mungkin terdengar mustahil. Namun, sebuah fenomena astronomi menakjubkan bernama Parade Planet bisa disaksikan pada akhir pekan ini, Sabtu, 28 Februari 2026.

Peristiwa ini terjadi ketika beberapa planet berada pada sisi yang sama terhadap Matahari sehingga tampak berdekatan di langit. Empat planet dapat dilihat dengan mata telanjang, sementara dua lainnya memerlukan alat bantu optik.


Ilustrasi menunjukkan susunan enam planet saat fenomena parade planet jika dilihat dari atas bidang Tata Surya. (Foto: starwalk.space)

Berdasarkan laporan NASA yang dikutip dari Los Angeles Times, planet Merkurius, Venus, Jupiter, dan Saturnus dapat diamati tanpa teleskop. Sementara itu, Uranus dan Neptunus hanya bisa terlihat menggunakan teropong atau teleskop.

Waktu terbaik untuk mengamati parade planet adalah sekitar 30 hingga 60 menit setelah Matahari terbenam. Pengamat disarankan mencari lokasi terbuka dengan pandangan ke arah barat dan menjauh dari gedung tinggi maupun pepohonan.

Ilmuwan planet dari Humber Polytechnic, Sara Mazrouei, mengatakan cara sederhana membedakan planet dan bintang adalah dengan melihat cahayanya. “Jika cahayanya berkelip, itu bintang, tetapi jika tidak berkelip, itu planet,” ujar Sara.

Fenomena parade planet ini diperkirakan masih dapat diamati dalam beberapa hari setelah tanggal puncaknya. Namun, Merkurius akan menjadi planet pertama yang menghilang karena posisinya cepat turun di bawah ufuk.

Arsip berita tahun 2024 dari kantor berita Antara yang kami akses menulis pernyataan peneliti astronomi dari Indonesia, Thomas Djamaluddin yang menyatakan fenomena planet berjajar tidak menimbulkan dampak apa pun terhadap Bumi. “Ini adalah peristiwa alam yang bisa diprediksi dan aman, sekaligus sarana edukasi sains bagi masyarakat,” kata Thomas.

Menurut Thomas, fenomena ini relatif jarang karena melibatkan banyak planet sekaligus. Ia menambahkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan minat terhadap ilmu astronomi dan pengamatan langit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....