Target Internasionalisasi, Budi Luhur University Tingkatkan Kemitraan Global

  • 01 Feb 2026 13:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID. Jakarta : Sebagai langkah strategis di tahun 2026, Universitas Budi Luhur (UBL) mulai mengarahkan seluruh programnya menuju internasionalisasi. Upaya ini ditandai dengan peningkatan penjajakan kemitraan di tingkat global, khususnya di kawasan Asia.

Rektor Univeritas Budi Luhur Prof. Agus Setyo Budi, mengatakan, mitra luar negeri akan memanfaatkan kerja sama ini untuk berkolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun kegiatan akademik lainnya.

Menurutnya, pengarahan program menuju internasionalisasi dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan kampus.

“Ke depan, semua program muaranya adalah internasionalisasi. Kegiatan seperti seminar dan konferensi akan mengarah ke sana,” ujar Prof. Agus saat peresmian logo 47 tahun UBL.

Rektor menambahkan, mitra-mitra di luar negeri yang akan terlibat aktif dalam berbagai kolaborasi pendidikan, di antaranya dengan Jepang, Korea, Taiwan, dan Malaysia.

Dalam kolaborasi penelitian internasional, Universitas Budi Luhur mendorong kerja sama sejak tahap awal, mulai dari penyusunan proposal hingga presentasi bersama. Kolaborasi ini juga melibatkan pertukaran mahasiswa dan dosen.

“Mahasiswa dan dosen kami akan masuk dalam tim mitra luar negeri, begitu pula sebaliknya. Nantinya diramu menjadi konferensi internasional dengan pendanaan bersama,” katanya.

Prof. Agus menegaskan bahwa kualitas Universitas Budi Luhur tidak diukur dari besarnya gedung atau luas kampus, melainkan dari kualitas (qualified) program yang dijalankan.

“Orientasi kami adalah kegiatan. Saat mahasiswa lulus, yang ditanya bukan kampusnya sebesar apa, tapi kamu bisa apa. Dari situlah magang dan dunia kerja didekatkan,” ucapnya.

Rektor menekankan bahwa setiap program harus berdampak langsung, baik melalui publikasi, penelitian, keterlibatan mahasiswa, hingga kontribusi bagi masyarakat.

“Setiap event harus multi-event dan memberi dampak. Inilah fokus kami membangun pendidikan berbasis pengetahuan dan kualitas,” ujarnya.

Dalam konteks internasional, Universitas Budi Luhur kini mengusung nama Budi Luhur University (BLU) sebagai label internasional dalam berbagai aktivitas dan kerja sama dengan mitra luar negeri. Namun demikian, dalam penulisan resmi dan formal, institusi tetap menggunakan nama Universitas Budi Luhur.

“Saat campaign di luar negeri, kami menggunakan nama BLU karena penamaan UBL sering membingungkan secara tata bahasa internasional. Namun untuk MoU dan dokumen resmi tetap menggunakan Universitas Budi Luhur,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut Julian Bongsoikrama, B.A, M.Sc selaku Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, MBA, Dr. Deni Mahdiana, MM, M.Kom selaku Deputi Akademik, Ir. Bullion Dragon Andah, M.Sc., M.Kom selaku Deputi Sumber Daya dan Prof. Dr. Ir. Arief Wibowo, M.Kom selaku Deputi Kemahasiswaan, Kerjasama & Promosi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....