Polimedia Kembangkan Filamen 3D Ramah Lingkungan Berbasis Sawit

  • 14 Des 2025 14:37 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Tim peneliti Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) mengembangkan filamen untuk teknologi cetak tiga dimensi (3D printing) berbasis biokomposit yang ramah lingkungan. Teknologi tersebut memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan baku utama.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari penelitian berjudul “Formulasi Biokomposit Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Material Filamen 3D Printing Guna Mendukung Perkembangan Industri Manufaktur Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan” yang dilakukan oleh tim dosen Polimedia bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ketua tim peneliti Dr. Handika Rahmayati mengatakan riset tersebut berfokus pada pengelolaan limbah biomassa sawit agar memiliki nilai tambah dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif industri manufaktur berbasis teknologi 3D printing. Filamen dikembangkan dari campuran Polylactic Acid (PLA) dan selulosa TKKS melalui beberapa tahapan, meliputi proses pencampuran bahan, pengeringan, serta ekstrusi menggunakan mesin ekstruder single-screw.

“Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu solusi pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit menjadi material bernilai tinggi yang ramah lingkungan, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran di Polimedia,” ujar Handika, di Jakarta, Minggu (14/12/2025).

Ia menambahkan, hasil riset ini relevan dengan bidang keilmuan di Polimedia, khususnya pada Jurusan Teknologi Industri yang mencakup program studi Teknik Grafika, Pemeliharaan Mesin, dan Teknologi Rekayasa Pengemasan. Diseminasi hasil penelitian juga telah dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Industri Cetak 3 Dimensi (3D Printing) dan Diseminasi Hasil Grand Riset Sawit Tahun 2025 yang digelar pada 8 Desember 2025 dan dihadiri mitra industri serta sivitas akademika Polimedia.

Sementara itu, anggota tim peneliti dari BRIN, Dr. Novitri Hastuti menyatakan pemanfaatan TKKS sebagai material biokomposit filamen 3D printing berpotensi membuka peluang baru bagi industri berbasis material lokal. “Kami berharap hasil riset ini dapat diadopsi lebih luas oleh ekosistem industri sehingga tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....