Hujan Meteor Lyrid Muncak Bisa Disaksikan dari Indonesia
- 22 Apr 2025 09:15 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Fenomena langit menakjubkan akan menghiasi malam pada tanggal 21 hingga 22 April 2025, yaitu hujan meteor Lyrid, salah satu hujan meteor tertua yang tercatat dalam sejarah umat manusia. Diperkirakan pada malam-malam tersebut, langit akan memperlihatkan hingga 18 meteor per jam, asalkan cuaca mendukung dan langit bebas polusi cahaya.
Hujan meteor Lyrid telah diamati manusia selama lebih dari 2.700 tahun. Catatan tertua berasal dari tahun 687 SM oleh bangsa Tiongkok, menjadikannya sebagai salah satu peristiwa langit tertua yang masih berlangsung hingga kini.
Dilansir dari National Geographic, rentang waktu terjadinya hujan meteor ini adalah dari 17 hingga 26 April 2025, namun puncaknya terjadi pada 21 dan 22 April, saat intensitas meteor mencapai titik tertinggi. Kabar baiknya, hujan meteor Lyrid dapat dilihat dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Karena lintasan meteornya membentang di seluruh langit, masyarakat Tanah Air bisa menyaksikannya dengan mata telanjang, tanpa bantuan teleskop atau alat optik lainnya.
Namun, ada beberapa tips agar fenomena ini bisa terlihat dengan jelas. Pertama, pilihlah lokasi yang jauh dari polusi cahaya, seperti di pegunungan atau daerah pedesaan, agar pandangan ke langit tidak terhalangi cahaya buatan. Pastikan juga cuaca dalam kondisi cerah dan langit tidak berawan. Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, arahkan pandangan ke langit timur laut, terutama di sekitar konstelasi Lyra, yang menjadi titik asal meteor-meteor Lyrid. Waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor ini adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar, ketika langit berada dalam kondisi paling gelap.
Hujan meteor Lyrid berasal dari debu komet C/1861 G1 Thatcher yang tertinggal di jalur orbitnya. Ketika Bumi melintas di jalur tersebut, partikel debu memasuki atmosfer dan terbakar, menciptakan kilatan cahaya di langit malam yang kita sebut sebagai meteor atau “bintang jatuh”.
Nama "Lyrid" sendiri diambil dari konstelasi Lyra, titik asal (radiant) dari meteor-meteor tersebut. Di langit Indonesia, Lyra berada rendah di timur laut, dengan bintang terang Vega sebagai penanda utamanya.
Meskipun letaknya tidak setinggi di belahan Bumi utara, masyarakat Indonesia tetap bisa melihat beberapa meteor terutama jika berada di lokasi dengan cakrawala timur laut yang terbuka.
Bagi pencinta astronomi, fotografer langit malam, atau siapa pun yang ingin menikmati keajaiban alam, hujan meteor Lyrid ini adalah kesempatan langka yang sayang untuk dilewatkan. Tidak hanya menyajikan keindahan visual, fenomena ini juga menghubungkan kita dengan sejarah panjang manusia yang telah menatap langit selama ribuan tahun.
Jadi, siapkan jaket hangat, bawa matras atau kursi lipat, dan cari spot terbaik di kotamu. Siapa tahu, satu dari meteor yang kamu lihat bisa menjadi pengingat kecil bahwa alam semesta selalu punya keajaiban untuk kita nikmati. (Friskiansyah Budi Fembrian-Akademi Komunikasi Media Radio dan TV Jakarta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....