Sidang Umum UNESCO, Indonesia Dorong Perdamaian

  • 12 Nov 2023 18:45 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti, mengajak seluruh negara anggota UNESCO mengedepankan perdamaian, dengan fokus pada peningkatan kolaborasi, dan pencapaian pada pilar utama UNESCO yakni pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, serta komunikasi Informasi.

Hal ini disampaikan Suharti dalam pidatonya pada Sidang Umum UNESCO ke-42, yang berlangsung pada 10 November 2023, di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis.

“Indonesia terus membangun kerja sama dengan UNESCO, untuk mencapai tujuan bersama dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan, melalui pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan, dan komunikasi serta informasi,” ujarnya.

Dalam komitmennya terhadap reformasi pendidikan global, Indonesia telah aktif terlibat dalam Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development - ESD) melalui implementasi kebijakan Merdeka Belajar.

"Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan, menekankan inklusivitas, dan berupaya menyediakan pendidikan berkualitas tinggi untuk semua, tanpa terkecuali," katanya.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka yang baru diperkenalkan, memungkinkan penyesuaian kecepatan pembelajaran yang fleksibel, mencegah siswa tertinggal dan mengintegrasikan tema terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs), seperti perubahan iklim dan keberagaman ke dalam kerangka pendidikan.

Menyadari urgensi penanganan kekurangan guru dan peningkatan kualitas guru, Indonesia memprioritaskan perekrutan satu juta guru sejak tahun 2021.

"Inisiatif ini mendukung program perbaikan, memfasilitasi akses yang lebih baik ke dana pemerintah, dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, sehingga meningkatkan sistem pendidikan secara keseluruhan," ucapnya.

Ia menyatakan, sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia dengan tanggung jawab menjaga kelestarian kekayaan alamnya, melalui berbagai program UNESCO, akan terus berkomitmen untuk inovasi dan penelitian yang inklusif.

"(Hal itu) guna pemanfaatan sumber daya berkelanjutan di berbagai sektor, mendukung konservasi biodiversitas, dan inisiatif ekonomi hijau dan biru," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia mengumumkan pencalonan diri untuk menjadi anggota Dewan Eksekutif UNESCO, dan Dewan Pemerintah Program Internasional untuk Pengembangan dan Komunikasi (The International Programme for the Development of Communication - IPDC) periode 2023-2027.

“Kami berharap dukungan dari negara anggota yang sangat berharga, untuk memastikan kontribusi positif Indonesia, dalam mencapai tujuan nasional menjadi bagian dari masyarakat internasional, serta tujuan bersama dalam mendukung pencapaian UNESCO, dan seluruh negara anggota untuk mengedepankan perdamaian,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....