Ali Masykur Musa Pimpin International Naqshabandi Council di Forum Bukhara

  • 21 Sep 2026 15:11 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Prof. Dr. Syekh KH. Ali Masykur Musa terpilih secara aklamasi sebagai Chairman International Naqshabandi Council (INC) dalam rangkaian 6th International Naqshbandi Festival dan 2nd International Naqshabandi Conference di Bukhara, Uzbekistan, Sabtu, 19 September 2026.

Pemilihan berlangsung di Bukhara State Technical University dan dihadiri ulama, mursyid, akademisi, serta delegasi Naqsyabandiyah dari 14 negara. Forum tersebut juga menandai pembentukan resmi International Naqshabandi Council melalui pembacaan Deklarasi Piagam Bukhara.

Ali Masykur mengatakan amanah tersebut membawa tanggung jawab untuk membangun komunikasi dan memperkuat persaudaraan antarkomunitas Naqsyabandiyah di berbagai negara.

“Amanah ini bukanlah mahkota untuk dibanggakan, melainkan jalan pengabdian yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 21 September 2026.

Selain memimpin INC, Ali Masykur saat ini menjabat Mudir ‘Ali Idarah ‘Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) dan Komisaris Independen PT PLN (Persero), posisi yang diembannya sejak November 2024.

Berdasarkan Piagam Bukhara dan penjelasan Ali Masykur, kepemimpinan INC diarahkan untuk memperkuat jejaring Naqsyabandiyah internasional melalui komunikasi antarkomunitas, menjaga mata rantai sanad dan adab tarekat, serta mendorong pertukaran pengetahuan dan pendidikan lintas negara.

Forum tersebut juga mengangkat tema perdamaian, toleransi, dan saling pengertian sebagai bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan sosial kontemporer.

Menurut Ali, praktik spiritual tidak berhenti pada pengalaman individual, tetapi perlu diwujudkan dalam hubungan sosial melalui penguatan ukhuwah dan kemaslahatan.

Terpilihnya kepemimpinan INC di Bukhara memiliki makna historis karena kota di Uzbekistan itu merupakan tempat yang erat kaitannya dengan Khwaja Bahauddin Naqshband, tokoh abad ke-14 yang menjadi rujukan utama tradisi Naqsyabandiyah.

UNESCO mencatat Bukhara sebagai salah satu pusat penting peradaban Islam dan tasawuf yang berkembang antara abad ke-9 hingga ke-16. Pusat sejarah kota tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia sejak 1993.

Bagi Ali Masykur, berdirinya INC menandai babak baru bagi jejaring Naqsyabandiyah di era komunikasi global, dengan tantangan mengubah hubungan lintas negara menjadi ruang dialog, pertukaran ilmu, dan kerja sama yang berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....